Bershalawat di Kendeng, Nahdliyin Rembang Tolak Bala Semen Indonesia

Rembang, NU Online
Usai putusan PTUN beberapa bulan lalu, rasa kecewa masih terasa di hati warga Rembang terutama warga desa Tegaldowo kecamatan Gunem kabupaten Rembang. Pada Kamis (23/7), ratusan warga menggelar aksi meminta maaf kepada alam karena mereka dikalahkan dalam sidang gugatan penolakan pabrik Semen Indonesia dan berakhir di Pengadilan Tata Usaha Negara.

Salah satu ulama asal desa Sidorejo kecamatan Pamotan kabupaten Rembang Gus Ubaid memimpin doa bersama. Mereka berharap pembangunan dan penambangan batu kapur di gunung Kendeng oleh Semen Indonesia kelak tidak membawa musibah dan menyengsarakan warga sekitar.

“Mudah-mudahan pembangunan pabrik semen yang disertai penambangan gunung Kendeng nanti tidak menimbulkan musibah dan menyengsarakan warga yang ada di sekitar area penambangan terutama para petani penggarap sawah.”

Sejumlah ritual digelar. Mereka mengarak dua gunungan ketupat sebagai wujud kekecewaan masyarakat desa Tegaldowo dan sekitarnya atas tetap dilangsungkannya proyek penambangan batu kapur di Gunung Kendeng. Proyek semen ini dijalankan tanpa memerhatikan nasib para petani yang membela kelestarian area persawahan di area penambangan.

“Gunungan ketupat ini sebagai simbol kekecewaan kami, yang tetap dilaksanakannya penambangan gunung Kendeng sebagai bahan baku semen,” tutur Sumarno salah satu tokoh warga yang menolak penambangan gunung Kendeng. (Ahmad Asmu’i/Alhafiz K)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: