BPUN Mata Air Antar Ratusan Pelajar NU ke PTN

Semarang, NU Online
Para panitia bersama peserta sekaligus pendamping Bimbingan Pasca Ujian Nasional (BPUN) serempak menyanyikan lagu Ya Lalwathan pada apel penutupan di halaman Gedung Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah (PWNU), Jl. Dr. Cipto 180 Semarang pada Selasa sore (9/6).

BPUN itu terlaksana atas kerja sama antara GP. Ansor, Yayasan Mata Air, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), serta dukungan dari pelbagai pihak.

BPUN diikuti ratusan peserta pelajar NU dari berbagai kota. Para peserta yang berkumpul di gedung PWNU terdiri dari gabungan sepuluh kota kabupaten, yakni Blora, Pati, Kudus, Jepara, Demak, Semarang, Kendal, Batang, Wonosobo, dan Tegal.

“Di Jawa Tengah, peserta BPUN mencapai hingga 700 peserta dari pelbagai kota. Jadi yang hadir di Gedung NU ini baru yang sebagian saja, sebab lokasi ujiannya juga tersebar,” terang Faiz Kurniawan, pengurus pusat yayasan Mata Air pada NU Online setelah apel berakhir.

GP Ansor telah beberapa tahun kerja sama dengan yayasan yang dibimbing oleh Rais Aam Syuriah PBNU KH. Ahmad Mustofa Bisri tersebut. “Dulu BPUN namanya Sanlat, Pesantren Kilat. Lokasinya di Pondok Pesantren di masing-masing kota kabupaten, namun isinya pendampingan untuk lolos seleksi ke Perguruan Tinggi Negeri. Sekarang kegiatan itu sama, namun ganti nama menjadi BPUN. Kerja sama ini terjalin sejak tahun 2007,” jelas Ikhwanudin, Ketua PW GP. Ansor Jawa Tengah.

Salah seorang panitia, Arifin yang juga pengurus GP Ansor menyebutkan, ini merupakan program bersama dengan penanggung jawab GP Ansor, sementara pelaksananya IPNU, IPPNU, dan PMII, supportnya Mata Air.

“Saya sebagai peserta BPUN 2015 ini mengucap syukur dan terima kasih kepada segenap panitia penyelenggara BPUN yang telah mengantar dan membimbing kami untuk masuk di ujian seleksi penerimaan mahasiswa di Perguruan Tinggi Negeri,” ujar Lilis, salah satu peserta dari Kudus saat sambutan mewakili peserta BPUN pada apel tersebut.

Lilis juga mengungkap betapa panitia telah bekerja keras namun tetap asyik bergaul. Ia pun secara langsung menyebut nama Abu Hasan Asy’ari sebagai pimpinan panitia di BPUN Kudus yang paling sering memotivasi peserta selama sebulan penuh.

Hasan dikenal sebagai pengurus cabang IPNU Kudus yang paling bersemangat dalam setiap agenda. Ia juga merupakan Komandan CBP IPNU Kudus yang kini digadang sebagai CBP unggulan di Nusantara.[Istahiyyah/Abdullah Alawi]

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: