Brebes Gelar Lomba Qosidah dan Hadrah Bupati Cup, Ini Juaranya

Brebes, Tiga grup Qosidah dari Kecamatan Tonjong, Brebes berhasil mendominasi kejuaraan lomba Qosidah dan Hadrah Bupati Cup Competition 2015 di Pondok Pesanteren Jamsu Izzul Islam Bumiayu Kabupaten Brebes, Sabtu (28/11) lalu.

Untuk Kategori Qosidah, juara 1 grup Al-Hidayah dari Kalijurang Tonjong dengan nilai (266). Juara 2 grup Al-Barokah Munawaroh dari Kalijurang Tonjong (264), juara 3 grup Lasqi Jaya dari Watujaya Tonjong (263).

Untuk kategori Hadrah, juara 1 grup Al-Ikhlas dari Winduaji Paguyangan (274), juara 2 grup Darunnajat Pruwatan Bumiayu (268), dan juara 3 grup As-Salwa Manggis Sirampog (265). Juara 1 mendapatkan hadiah uang pembinaan sebesar Rp. 1,5 juta, juara 2 Rp 1 juta dan juara 3 Rp 750 ribu, juga mendapatkan piala dan piagam penghargaan.

Lomba yang digelar sejak pukul 08.00 hingga pukul 20.00 WIB bagian Kesra Setda Brebes itu, diikuti 23 grup Qosidah dan 20 grup hadrah. Menurut Ketua panitia Harun SAg, lomba digelar untuk melestarikan kesenian tradisional islami. Selain itu juga untuk membangkitkan syiar Islam lewat kesenian Islami. 

Hadiah diserahkan langsung Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE. Dalam sambutannya, Bupati mengajak para pecinta seni qosidah agar terus melestarikan keberadaan seni Islami tersebut. Pasalnya, kedua kesenian tersebut sangat ampuh sebagai obat hati dan syiar islam di segala usia. “Anak-anak, kaum muda bahkan lansia bisa menikmati Qosidah dan Hadrah dalam segala suasana,” kata Bupati.

Pesan-pesan yang ada di dalam Qosidah maupun Hadrah, kata Bupati, seyogyanya dipatuhi karena mengandung nilai-nilai akhlakul karimah. “Selain puji-pujian kepada Nabi, di dalam Qosidah dan Hadrah juga banyak tuntunan yang bisa kita ambil hikmahnya,” ajaknya.

Bupati juga memuji kegigihan santri dalam menuntut ilmu di pondok pesantren. Karena mondok menjadikan generasi kita makin berkualitas. “Dengan mondok, santri mendapatkan ilmu jasmani maupun rohani, ilmu dunia dan akhirat,” pujinya. 

Dalam kesempatan tesebut juga diisi dengan pengajian umum yang disampaikan pengasuh pondok pesantren Al-Hikmah 2 Benda KH Labib Sodiq Suhaemi. Dalam ceramahnya, dia menekankan pentingnya kepatuhan seorang santri kepada kiainya. Sehebat dan sepandai apapun seorang santri, bila tidak patuh pada kiainya, ilmunya tidak akan manfaat. (Wasdiun/Fathoni)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: