Buka Bersama, Sinta Nuriyah Ajak Pejabat Beri Teladan

Kudus, NU Online
Istri Almarhum Abdurrahman Wahid, Sinta Nuriyah mengajak kepada para pejabat untuk menjunjung tinggi kejujuran sebagai teladan terhadap masyarakat yang dipimpinnya.

“Apalagi, saat ini merupakan bulan puasa yang mengajarkan kepada umat muslim untuk bersikap jujur dalam segala hal dan perbuatan,” ujarnya ketika menghadiri buka puasa bersama dengan kaum dhuafa dan berbagai lintas agama di gedung serba guna Hok Hien di kompleks Klenteng Tempat Ibadah Umat Tridharma (TITD) Hok Tin Bio Kudus, Jateng, Ahad.

Selain itu, kata dia, berpuasa juga mengajarkan untuk bertaqwa, melatih kesabaran dan menahan hawa nafsu.

Bahkan, lanjut dia, dalam ibadah puasa juga terdapat pendidikan moral dan budi pekerti luhur.

Dengan demikian, lanjut dia, ibadah berpuasa tidak sekadar mengajarkan untuk menahan lapar dan dahaga sejak terik hingga terbenamnya matahari.

“Harapannya, makna yang terkandung dalam ibadah puasa tersebut benar-benar dipahami dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk para pejabat yang memimpin negeri ini,” ujarnya.

Apabila makna ibadah puasa tersebut diaplikasikan dalam kehidupan nyata, dia berkeyakinan, bahwa negara ini akan semakin berkembang dengan baik karena seluruh anak bangsa ditata dengan baik.

“Generasi penerus bangsa juga menjadi generasi berkarakter dan bermartabat,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, dia juga mengajak, kepada semua tamu undangan untuk saling hormat menghormati antar pemeluk agama.

Perbedaan yang ada, lanjut dia, tidak perlu dipertentangkan karena bisa diibaratkan pelangi yang semuanya tidak saling mengingkari, tetapi membentuk keindahan yang menghiasi cakrawala.

Urusan beribadah, kata dia, merupakan hak prerogatif Allah SWT.

Ketika terjadi pertikaian, kata dia, menjadi kewajiban pemerintah untuk menyelesaikannya mengingat semua keyakinan yang ada di Indonesia dilindungi Undang-Undang.

Panitia buka puasa bersama yang juga mantan pengurus Klenteng TTITD Hok Tin Bio Liong Kuo Tjun mengaku, sangat berterima kasih terhadap Shinta Nuriyah karena sosoknya tidak berbeda jauh dengan mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid.

“Mudah-mudahan dia juga bisa menjadi perekat bangsa ini yang terdiri dari berbagai macam suku, agama dan ras,” ujarnya. (Antara/Mukafi Niam) 

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)