Bupati Brebes Berharap Kongres Fatayat Akomodasi Persoalan Daerah

Brebes, Bupati Brebes Hj Idza Priyanti berharap Kongres Fatayat NU XV di Surabaya, Jawa Timur, 18-22 September 2015, bisa mengakomodasi persoalan daerah. Sebab tumbuh kembangnya Fatayat di berbagai daerah tidak sama tergantung pada kondisi dan situasi kedaerahan, termasuk kebijakan dari pimpinan daerah yang tengah berkuasa.

Demikian disampaikan Bupati Brebes saat menghadiri Pembukaan Kongres Fatayat NU XV di GOR KONI Surabaya, Jalan Kertajaya Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (19/9).

Menurutnya, Fatayat NU sebagai organisasi kaum perempuan muda harus bisa membaca keadaan daerah. Terutama persoalan yang menyangkut keadaan ekonomi, kesehatan, pendidikan, kualitas hidup perempuan dan gender. Persoalan hakiki tersebut, lanjutnya, perlu diperjuangkan dengan semaksimal mungkin. Dan Fatayat diyakini mampu menjawabnya bila dalam kongres mampu menghasilkan keputusan-keputusan yang benar-benar berkhidmat persoalan tersebut.

“Fatayat harus bisa focus menggarap persoalan-persoalan hakiki perempuan, kendati persoalan yang terjadi di tiap daerah sangat berbeda,” ujar Idza yang juga Wakil Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Brebes.

Termasuk, peran perempuan fatayat NU di daerah perlu lebih dimatangkan dengan menjadi perempuan hebat. Dalam artian, Fatayat NU bisa memposisikan diri sebagai organisasi perempuan yang bisa menjadi pengambil  keputusan.

Untuk itu, personalia Fatayat secara individu, di samping ahli di bidang agama juga berkapasitas sebagai pendidik, cendekiawan, politikus, birokrat, saudagar, maupun bidang keahlian lainnya.

“Bila Perempuan Fatayat NU bertakwa dan berkualitas, tentu akan mendongkrak organisasi Fatayat NU menjadi lebih berkualitas dan kebermanfaatannya makin besar di mata umat dan bangsa,” tandasnya.   
Kongres Fatayat NU dibuka Ketua PBNU KH Said Aqil Siroj. Dalam sambutannya, Kiai Said meminta Fatayat NU yang masih dalam garis besar badan otonom (Banom) PBNU bersikap jelas menjaga keutuhan NKRI. “NU berkomitmen mendukung pemerintah selama tidak melanggar konstitusi dan UU 1945. NU tetap bersama rakyat,” tegasnya.

Sikap jelas PBNU terhadap keutuhan NKRI, kata Kiai Said, menjadi garis dan ajaran NU. Maka itu, Fatayat sebagai organisasi harus melakukan hal yang sama untuk NKRI.

Apalagi, kata Kiai Said, saat ini mulai tampak ada upaya dari pihak-pihak yang coba memecah-belah keutuhan NKRI, dengan mencoba mentransfer konflik di Timur Tengah ke Indonesia. Konflik yang terjadi di timur tengah mengakibatkan ribuan warga muslim mengungsi ke sejumlah negara di Eropa.

“Ada kekuatan besar yang coba memecah keutuhan NKRI. Maka itu, jangan sampai koflik-konflik itu terjadi di Nusantara ini,” jelasnya pada Kongres yang bertema “Ikhtiar Perempuan NU untuk Indonesia yang Berkeadaban”.

Menurut Kiai Said, NKRI akan tetap utuh apabila bangsa Indonesia berpegang pada “PBNU”. “Kalau saya otak-atik lagi berpegang pada PBNU maka akan selamat. P adalah Pancasila, B adalah Bhineka Tunggal Ika, N adalah NKRI dan U adalah UUD 1945 maka akan selamat,” kata Kiai Said.

Pembukaan Kongres Fatayat ini ditandai dengan pemukulan kendang oleh sejumlah tokoh diantaranya, Ketua PBNU KH Said Aqil Siroj, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Ketua PP Fatayat NU Ida Fauziah.

Agenda Kongres antara lain laporan pertanggunjawaban pengurus lama, penetapan program kerja lima tahun mendatang dan memilih kepengurusan baru priode 2015-2020. (Wasdiun/Mahbib)

 

Foto: Bupati Brebes Hj Idza Priyanti (kanan) saat berpose bersama Ketum Fatayat NU Ida Fauziyah (kanan)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: