Calon Jamaah Haji Probolinggo Mulai Lunasi BPIH

Probolinggo, NU Online
Sejumlah calon jamaah haji Probolinggo yang akan berangkat tahun ini mulai melunasi Biaya Penyelenggaran Ibadah Haji (BPIH) tahun 2015. Pemandangan itu terlihat di pelataran Bank Jatim cabang Kraksaan, Sabtu (6/6) siang. Mereka berburu waktu karena masa pelunasan berlaku hanya sepanjang bulan ini.

Jika tak lunas, calhaj bersangkutan sangat mungkin akan diberangkatkan tahun depan. Sebagai gantinya, yang berangkat adalah Calhaj lain sesuai daftar antrean tahun 2016.

BPIH tahun ini turun cukup drastis dari 3.219 US pada tahun lalu menjadi 2.717 US. Berdasarkan selisih tersebut maka ada penurunan ongkos haji tahun ini senilai 502 US atau sekitar Rp 6,5 juta. Hal itu diputuskan melalui Perpres (Peraturan Presiden) RI nomor 64/2015 tentang BPIH 2015.

Selisih BPIH yang cukup besar itu menguntungkan sejumlah calhaj. Juheiri, Calhaj asal kecamatan Besuk, Probolinggo mengatakan, biaya haji ini ditabung sejak 2009 lalu ternyata lebih banyak dari BPIH tahun ini. Sehingga ia malah mendapatkan sisa dari tabungan.

“Saya ke sini bukan untuk membayar, tetapi mengambil kelebihan uang yang saya tabung untuk ongkos haji. Bisa buat tambahan sangu dan acara selamatan di rumah,” ungkapnya.

Sementara itu Kasi Haji dan Umrah Kantor Kemenag Probolinggo H Muhlason mengatakan, pelunasan ongkos naik haji ini berlangsung selama bulan Juni saja. Jika BPIH tidak segera dilunasi, dipastikan calhaj yang akan berangkat tahun ini, bisa mundur masa keberangkatannya pada tahun 2016.

“Kalau tidak dilunasi, maka akan digantikan dengan Calhaj lain sesuai waiting list,” terangnya.

Jumlah Calhaj Probolinggo yang akan berangkat tahun ini dipastikan sebanyak 750 orang berdasarkan Siskohat (Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu) 2015. Siskohat merupakan sistem perencanaan yang dikembangkan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag RI. Biasanya kuota yang sudah tertera di Siskohat, tidak akan jauh beda dari kuota akhir. Bahkan bisa sama persis.

Dengan kuota sebanyak itu, Muhlason memastikan para Calhaj akan dibagi dalam 2 kelompok terbang (kloter). Rinciannya, satu kloter berjumlah sebanyak 450 orang. Sementara sisanya sejumlah 300 orang akan bergabung dengan kloter gabungan dari lain daerah.

Soal jadwal pemberangkatan, Muhlason belum bisa memastikan. Berdasarkan jadwal nasional, embarkasi Surabaya melalui Bandara Internasional Juanda akan memulai pemberangkatan pada 20 Agustus mendatang. Biasanya, Kanwil Kemenag Jatim menerbitkan jadwal berdasarkan undian melibatkan 38 daerah seprovinsi Jatim. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: