Capek Mengantre Registrasi? Berbekamlah!

Jombang, NU Online
Di tengah suasana tegang proses registrasi peserta muktamar di Gedung Olahraga (GOR) Jl Presiden KH Abdurrahman Wahid No 151 Jombang, para peserta muktamar menyempatkan diri berbekam. Bekam dilakukan di sela-sela registrasi yang cukup melelahkan.

Bekam menggunakan tanduk sapi khas Madura ini tampak ramai di depan GOR, Jumat (31/7) malam. Selain peserta muktamar, para penikmat shalawat Habib Syekh (Syeikher Mania) yang lalu lalang di seputar GOR juga mencoba bekam ini.

Heri (38), pria asal Pamekasan, Madura, mengaku telah membekam para pelanggan sejak sore. Ia bersama paman dan adik bungsunya berharap dapat berkah Muktamar ke-33 NU.

“Tiap event NU sekelas muktamar, munas, saya selalu datang untuk membekam. Muktamar Solo dan Makassar saya juga hadir,” tuturnya.

Ia mengaku, tidak hanya muktamar saja, tapi tiap kegiatan NU di Jawa Timur dan di beberapa tempat lainnya. Ketika Heri ikut bazar di Jakarta pada awal Reformasi, ia mengaku kedapatan tamu spesial, yaitu Menteri Pertahanan Mahfud MD.

“Saya kaget juga waktu Pak Mahfud mampir ke lapak saya. Begitu beliau selesai saya bekam, akhirnya banyak pengunjung yang ikut-ikutan minta dibekam,” kenangnya.

Bekam menggunakan tanduk sapi, lanjut Heri, memiliki keunikan. Selain bisa mengeluarkan darah kotor, juga bisa mengusir angin dari tubuh kita. “Sesuai pesanan saja. Mau keluarin darah apa nggak terserah saja. Saya siapkan jarum yang higienis,” katanya.

Heri menekuni kegiatan bekam ini sejak masih jejaka. “Saya dapat ilmu bekam ini dari keluarga. Makanya, ini kami sekeluarga ke sini,” ujarnya bangga.

Ia menghimbau para peserta muktamar yang kecapekan untuk melepas penat dengan alat bekamnya. “Murah kok. Saya patok 50 ribu tiap bekam. Mau banyak atau sedikit tanduknya, terserah. Setelah bekam, nanti saya pijit juga,” pungkasnya. (Musthofa Asrori/Mukafi Niam)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)