Cegah Pengaruh Buruk Narkoba, MA Futuhiyyah Kunjungi BNN

Bogor, Untuk mengantisipasi terjadinya bahaya penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja, MA Futuhiyyah 2 (MAF2) Mranggen Demak, Jawa Tengah melakukan rihlah (perjalanan) ilmiah ke Balai Besar Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) di Lido Kabupaten Bogor.

Kegiatan ini, dilaksanakan untuk memberi pemahaman akan bahayanya penyalahgunaan narkoba bagi para remaja terutama pelajar agar senantiasa terhindar dari pengaruh negatif narkoba dan dampak buruknya yang akhir-akhir ini marak terjadi di kalangan remaja.

Rombongan disambut oleh staf Balai Besar Rehabilitasi BNN Agrippina Decila Putri Siregar. Menurutnya sesuai data dari BNN bahwa 2,2% atau 4,2 juta rakyat Indonesia menyalahgunakan narkoba. Kurang lebih 40 sampai 50 orang perhari meninggal dunia karena overdosis dan 22% dari mereka adalah pelajar.

“Karena sangat berbahayanya narkoba saat disalahgunakan, maka saya berpesan pada adik-adik jangan pernah sekali-kali mencoba narkoba,” tuturnya.

Dalam pertemuan ini juga didatangkan residen (pecandu) yang sedang mengikuti rehabilitasi dari berbagai daerah di Indonesia dan bertukar pengalaman dari saat mereka mengenal narkoba, menjadi pecandu sampai direhabilitasi di Balai Besar Rehabilitasi BNN ini. “Sekali kalian mencoba narkoba, maka narkoba akan menghancurkan masa depan dan hidup kalian,” ungkap salah satu residen dari luar jawa.

Rihlah Ilmiah MAF2 diikuti oleh seluruh siswa kelas XI yang berjumlah 213 dan didampingi oleh 18 guru, berlangsung dari Senin sampai Kamis (16 – 19/11).

Ketua panitia, Mukromin Birry, SPd mengungkapkan bahwa Rihlah Ilmiah ini dilakukan rutin tiap tahun oleh Madrasah. Menurutnya kegiatan ini dilaksanakan tidak hanya sekedar menghibur diri atau bersenang-senang semata, namun dengan melakukan kunjungan dan mengamati berbagai destinasi yang sudah direncanakan oleh panitia, dimana nantinya akan dijadikan sebagai materi dalam penyusunan karya tulis.

“Kegiatan Rihlah Ilmiah ini bertujuan untuk memberikan pembelajaran outdoor  dan meningkatkan kompetensi para siswa, karena dari kegiatan ini nantinya siswa dituntut untuk menulis laporan dan membuat karya tulis ilmiah,” jelasnya.

Ia pun melanjutkan, kegiatan ini sesuai visi misi madrasah yakni membekali pengetahuan dan kemampuan siswa melanjutkan pendidikan tinggi, mengembangkan diri di masyarakat dan berakhlak karimah serta menciptakan kehidupan religius di lingkungan madrasah, diekspresikan dengan perilaku disiplin, ikhlas dan bebas berkreasi.  

Sebelum berkunjung ke Balai Besar Rehablitasi BNN, siswa diajak untuk berziarah dan bertawassul di makam Al Habib Ahmad bin Abdullah bin Thalib Al Atthas Pekalongan, Makam Syeikh Maulana Syamsuddin Pemalang. Juga melakukan kunjungan ke Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjajaran Bandung, serta berwisata ke wahana eduwisata trans studio Bandung.

“Saya berharap kegiatan ini bisa memberikan dampak positif dalam pengembangan pengetahuan siswa dalam menangkal adanya berbagai pengaruh buruk tentang narkoba, sehingga mereka dapat membentengi diri di lingkungan masing-masing nantinya,” harap kepala madrasah, H. Helmi Wafa, SE.

Salah satu siswa, Afrida Dwi Rahmwati mengungkapkan rasa syukur dan gembira sekali dapat mengikuti dalam Rihlah Ilmiah ini, banyak pengalaman baru yang didapatkan dalam kegiatan ini, sehingga antar teman semakin tambah akrab karena harus bekerja sama dalam melaksanakan berbagai tugas dari guru.

“Walaupun lelah dan menguras tenaga, kegiatan ini sungguh menyenangkan. Pengalaman pun semakin bertambah terutama tentang bahaya dan dampak buruk penyalahgunaan narkoba,” tuturnya. (Ben Zabidy/Fathoni)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: