Cinta Tanah Air, KMNU Malaysia Tadabbur Alam di Mahameru

Malang, NU Online
Cinta tanah air bagian dari iman (Hubbul wathan minal iman). Itulah salah satu dasar dan alasan Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama International Islamic University Malaysia (KMNU IIUM) menggelar program pendakian bertajuk “Ekspedisi Semeru KMNU IIUM 2015”.

Koordinator Tim Ekspedisi Ahmad Bayuni mengatakan, program tersebut merupakan program unggulan KMNU Malaysia tahun 2015. Dalam rilis yang diterima NU Online, program ini telah dirancang sejak tiga bulan silam. “Tim kami telah mempersiapkan segala kebutuhan pendakian. Mulai dari alat perlengkapan hingga logistik. Juga fisik yang sehat dan prima,” kata Bayuni.

Para anggota Tim Ekspedisi Semeru KMNU IIUM kali ini, lanjut Bayuni, berjumlah 23 pendaki, terdiri dari 15 mahasiswa dan 8 mahasiswi. Mereka memulai aktivitas dengan berkumpul di stasiun kereta api Malang. Lalu melanjutkan perjalanan menggunakan angkot menuju pasar Tumpang.

Mereka lalu mengikuti tes kesehatan di Puskesmas Tumpang untuk mendapatkan surat keterangan sehat. “Ini salah satu syarat wajib bagi pendaki sebelum naik gunung,” ungkapnya.

Penasehat KMNU IIUM Haris Alfian menuturkan, setelah bermalam di rumah warga, keesokan harinya Tim Ekspedisi melanjutkan perjalanan menuju Ranu Pane menggunakan Jeep. Mereka lalu mendaftar dan di-briefing petugas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) tentang tata cara dan peraturan pendakian.

“Lalu, Tim Ekspedisi mulai bergerak melewati bukit-bukit yang curam dan terjal. Setelah sekitar 5 jam, kami sampai di danau Ranu Kumbolo. Air danau tersebut dianggap suci oleh masyarakat Tengger. Dari situ lah keindahan alam gunung Semeru mulai nampak,” kata Haris.

Bagi Shofiatina, salah satu tim pendaki putri, pendakian ini tidak hanya having fun semata. Akan tetapi, kami di sini bisa tadabbur alam dengan menikmati dan merasakan langsung betapa besar dan indahnya ciptaan Tuhan. Kegiatan ini sekaligus bisa memantapkan rasa nasionalisme dan cinta Tanah Air,” ujar Shofi.

Tim Ekspedisi, kata Haris, mengarungi padang safana yang ditumbuhi bunga Edelweis hingga sampai di Kalimati, tempat peristirahatan para pendaki. Saat tepat pukul 00.00 WIB, tim bersiap menggapai puncak tertinggi pulau Jawa itu. Setelah membaca tahlil dan doa bersama, tim mulai bergerak menyusuri perbukitan terjal.

Setelah melewati Arcopodo, dijumpai sebuah gundukan pasir yang tinggi besar menjulang. Sekitar pukul 5 pagi, tim berhasil menginjakkan kaki di Puncak Mahameru dengan ketinggian 3676 meter di atas permukaan laut (MDPL). “Kami langsung sujud syukur atas segala ciptaan dan nikmat Allah ini,” ujarnya.

Menurut Haris Alfian, kegiatan ini merupakan pertama kali menjejakkan kaki di puncak tertinggi Jawa. Sungguh luar biasa bagi kawan-kawan KMNU. Insya Allah, tahun depan kami akan melanjutkan tadabbur alam ke Gunung Rinjani Lombok, NTB,” pungkasnya. (Musthofa Asrori/Abdullah)
 Alawi

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: