Dakwah Aswaja Harus Kaya Strategi dan Saling Bersinergi

Surabaya, PW Aswaja NU Center Jawa Timur menyelenggarakan rapat koordinasi. Kegiatan yang diikuti utusan PC Aswaja NU Center se-Jatim ini sebagai upaya melakukan pemantauan sekaligus memberikan arahan bagi kontinuitas di sejumlah kepengurusan Aswaja di daerah. Dalam forum ini ditehaskan, dakwah Aswaja NU harus kaya dengan strategi dan saling melengkapi serta bersinergi.

KH Abdurrahman Navis selau Direktur PW Aswaja NU Center Jatim mengemukakan, bahwa tantangan yang dihadapi di sejumlah kota dan kabupaten nyaris seragam. “Ini adalah pekerjaan bersama yang harus diimbangi dengan konsistensi semua pihak khususnya pengurus Aswaja NU,” katanya, Sabtu (12/12).

Kiai Navis, sapaan akrabnya kemudian menjelaskan, pekerjaan terberat bagi Aswaja NU Center di daerah adalah berupaya untuk terus konsisten dengan kiprah yang dilakukan. “Karenanya diharapkan para pengurus di daerah bisa menggandeng kalangan anak muda NU yang memiliki keahlian dan semangat yang tinggi,” tegas Wakil Ketua PWNU Jatim ini.

Pengasuh Pesantren Nurul Huda Surabaya ini kemudian menyontohkan para pegiat PW Aswaja NU Jatim yang diisi para santri dan mahasiswa dengan berbagai latar belakang pendidikan dan keahlian. “Kita sapa dan optimalkan mereka untuk menjadi ujung tombak Aswaja,” terangnya.

PW Aswaja NU Center sendiri memiliki lima devisi yakni Kiswah atau Kajian Ahlussunnah wal Jamaah, Dakwah atau Daurah Ahlussunnnah wal Jamaah, Makwah (maktabah Ahlussunnah wal jamaah) serta Uswah atau usaha sosialisasi Ahlussunnah wal Jamaah.

Dalam rapat kordinasi yang berlangsung di Kantor PWNU Jatim lantai 3 tersebut muncul sejumlah ikhtiar yang dilakukan sejumlah Aswaja NU Center usai menyelenggarakan daurah Aswaja. “Prinsipnya, seluruh kota dan kabupaten se-Jawa Timur telah melakukan banyak kreasi bagi tersebarnya Aswaja di berbagai tempat,” tandas Kiai Navis.

Seluruh kegiatan dapat disandingkan dengan kajian rutin, saat turba maupun bekerjasama dengan berbagai media lokal baik televisi, radio hingga koran dan website. “Soal media apa yang digunakan, terserah kepada masing-masing kota dan kabupaten,” tandas Kiai Navis. Namun, lanjutnya, materi yang harus disampaikan sejak awal adalah seputar devisi Aswaja NU, kemunculan firqah di kalangan umat Islam, serta dalil yang mengungkap kebenaran tradisi Islam di masyarakat.

PW Aswaja NU Center Jatim sebagaimana komitmen sejak awal, akan terus mendampingi dan memberikan dukungan terhadap sejumlah ikhtiar yang dilakukan kepengurusan di berbagai daerah. “Prinsipnya kami akan selalu support atas usaha dan jerih payah yang dilakukan kepengurusan di bawah. Karena gerak Aswaja harus memiliki banyak cara dan strategi dan melengkapi,” pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Foto: Suasana rapat koordinasi PW Aswaja NU Center bersama kepengurusan di daerah se-Jatim.

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)