Di Malaysia, Ustadz Idrus Ramli Pesan Jangan Gampang Mengafirkan

Selangor, Ustadz Idrus Ramli menyerukan kepada segenap Nahdliyyin dan umat Islam pada umumnya untuk tidak gampang mengafirkan orang lain. Menurutnya, agama tidak menolak tradisi sama sekali. Ia menerima kearifan lokal, selama kearifan tersebut memang tidak bertentangan dengan subtansi ajaran agama.

Ia juga memberi contoh sekaligus memuji peran Wali Songo dalam penyebaran agama Islam. Jika di daerah Asia Selatan atau daerah lainnya, Islamisasi terjadi salah satunya melalui peperangan, maka Islamisasi di tanah Nusantara melalui jalan damai.

Dewan Pakar Aswaja NU Center Jawa Timur ini menyampaikan hal tersebut dalam peringatan Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad yang diadakan Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Malaysia di Selangor, Malaysia, Jumat (15/5).

Dalam kesempatan itu, Idrus Ramli juga menyampaikan bahwa Isra dan M’iraj mesti dimaknai ke dalam beberapa hal. Di antaranya, perjalanannya yang begitu cepat melukiskan betapa perubahan pada manusia akhir zaman juga berlaku begitu cepat seperti teknologi, norma sosial, dan aspek-aspek kemodernan lainnya. Makanya, tuturnya, umat Islam terutama Nahdliyyin harus waspada dan mampu menjaga diri dari tantangan modernitas tersebut.

Kegiatan yang dihadiri sekitar 500 orang itu berlangsung meriah. Ketika penceramah datang langsung disambut dengan alunan rebana bertajuk thala’a al-badru ‘alaina. Ketua panitia, Saifuddin, menjelaskan, pihaknya dalam acara kali ini ingin memunculkan nuansa lebih akademis. Karenanya, acara inti yang pada acara-acara sebelumnya biasa diisi dengan ceramah monolog saja, kini disisipi sesi tanya jawab. Tahun sebelumnya, kegiatan yang sama juga dilaksanakan di kampung Payajaras. (Azis Ahmad/Mahbib)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: