Dibarengi Praktik, Ma’ruf Khozin Bedah “Fikih Jenazah An-Nahdliyah”

Sidoarjo, Menangani orang meninggal dunia, itu bukan tugas dari Modin. Melainkan tugas orang terdekatnya. Hal ini ditegaskan oleh Ustadz Muhammad Ma’ruf Khozin saat mengisi acara bedah buku “Fikih Jenazah An-Nahdliyah” dalam kegiatan pengajian Ramadhan di masjid Agung Sidoarjo, Ahad (5/7) lalu.

Menurut pria yang juga pengurus Aswaja Center PWNU Jatim ini menuturkan, bahwa memperlakukan orang yang sudah meninggal dunia itu harus sebaik mungkin. “Upaya kita memperlakukan jenazah itu harus dengan sebaik-baiknya,” tuturnya.

Mayat yang sudah dimandikan dan diberi sabun, itu sudah cukup. Kalau ada yang dikasih bedak atau dihias supaya kelihatan cantik, di dalam Fikih, Ma’ruf Khozin menyatakan belum menemukan keterangannya. Yang penting syar’i, itu sudah cukup.

Menghadapi perbedaan modin, terkait memandikan jenazah, mengkafani, menyolati, dikatakan Ustadz Ma’ruf itu yang paling pokok. Setelah secara fikih, itu adalah kebiasaan setempat. 

“Menurut Imam Ibnu Aqil, tidak dianjurkan menyolati secara adat di masyarakat kecuali adat itu haram. Kalau misal di tempat itu sudah biasa dipacaki (dihias), ya silahkan dari pada gegeran (bertengkar),” ujarnya.

Dia menambahkan, masalah tradisi selama belum mengarah pada sesuatu yang haram, itu tidak masalah. (Moh Kholidun/Fathoni)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: