Dikunjungi Tokoh Hindu dari London, NU Jember Promosikan Islam Damai

Jember, Salah satu perguruan tinggi Nahdlatul Ulama, Universitas Islam Jember (UIJ), Sabtu (5/12), menerima kunjungan HH. Atmanivedena Swami dari Institut Isckon London Inggris.  Tokoh Bhaktivedanta agama Hindu itu hadir bersama sejumlah rombongan Sakkhi tepat pukul 09.00 WIB.

Sementara dari kalangang UIJ, hadir sekretaris  Yayayasn Pendidikan Nahdlatul Ulama (YPNU) Jember Kiai MN Harisudin, H Moh Qurthubi (Wakil Rektor UIJ Bidang Akademik), H Saiful Bahri (Wakil Rektor Bidang Sumberdaya Manusia), dan H Lukman Yasir (Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan). Tak kurang, 200 orang hadir dalam dialog agama yang berlangsung di auditorium kampus setempat.

Harisudin mengaku bangga dan terima kasih atas kunjungan HH Atmanivedena Swami dan rombongan dari London ini. Menurutnya, ada kesamaan misi antara kedua pihak, yakni membangun agama yag mendukung perdamaian.

“Dalam ajaran Islam kami, seperti yang disampaikan oleh KH Achmad Shidiq, Rois Aam PBNU (1984-1989) yang berasal dari Jember, ada trilogi ukuhuwah yang dikembangkan di Nahdlatul Ulama. Pertama, ukuhwah Islamiyah, yaitu persaudaraan yang didasarkan atas sama-sama Islam. Kedua, ukhuwah wathaniyah, yaitu persaudaraan atas dasar satu bangsa dan negara. Dan ketiga,  ukhuwah basyariyah. Dalam misi perdamaian ini, kita menggunakan ukuhwah basyariyah ini,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikam Mangli Jember ini.

Sementara, Kiai Harisudin yang juga Katib Syuriyah PCNU Jember ini juga menyitir syair Ibnu Arabi dalam Tarjuman al-Aswaq. “Adinu bidinil hubbi aina tawajahat rakaibuhu fal hubbu dini waimani. Saya beragama dengan agama cinta. Kemana saja berlabuhnya kendaraan cinta, maka cinta adalah agama dan iman saya. Berawal dari cinta inilah, kami orang-orang Islam dan juga agama lain termasuk Hindu, mari kita ciptakan perdamaian di dunia,” kata Dr. Kiai MN. Harisudin, M. Fil. I yang juga Dosen Pasca Sarjana IAIN Jember tersebut.

Sementara itu, HH. Atmanivedena Swami mengatakan, di tengah-tengah peradaban manusia yang di ambang kehancurannya ini, sudah selayaknya kita menyuguhkan keadaan sosial yang dipenuhi harmoni dan kedamaian.

“Kita melihat, dunia yang dipenuhi konflik: antarnegara, antaragama, antarsuku, makanya agama Hindu dan saya kira juga Islam ingin menghadirkan keadaan damai pada dunia,” kata HH. Atmanivedena Swami.   

“Kita sesungguhnya hanya beda nama. Seperti kita menyebut benda ini dengan orange dalam bahasa Inggris, sementara orang India menyebut dengan musambi dan orang Indonesia menyebutnya dengan jeruk. Sesungguhnya  kita sama, hanya beda nama. Karena itu, mari atas kesamaan ini, kita bangun dan ciptakan dunia yang lebih harmoni  dan lebih damai. Jangan perbesar perbedaan, namun kuatkan persamaan-persamaan kita sebagai manusia”, pungkasnya.

Di akhir acara, Lukman Yasir selaku Wakil Rektor III UIJ menguatkan pandangan HH. Atmanivedena Swami bahwa dalam Islam dianut ajaran Islam rahmatan lil alamin (Islam rahmat bagi seluruh alam). “Termasuk di UIJ ini, tidak mungkin ada yang ekstrem seperti di Timur Tengah,” kata Lukman Yasir mengakhiri dialog tersebut setelah sebelumnya peserta banyak berdialog dengan HH. Atmanivedena Swami.

Acara dialog inipun ditutup dengan doa oleh sekretaris YPNU Jember, Kiai MN. Harisudin. (Anwari/Mahbib)

 

    

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)