Dilantik, Ini Program Sinergi Ansor dan Fatayat Probolinggo

Probolinggo, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Probolinggo periode 2014-2018 dan Pimpinan Cabang Fatayat NU Kabupaten Probolinggo resmi dilantik, Kamis (29/10) di Pendopo Kabupaten Probolinggo. Usai dilantik, badan otonom (banom) PCNU Kabupaten Probolinggo ini telah menyiapkan program sinerginya untuk mengabdi kepada masyarakat.

Sedikitnya ada lima program yang akan dilakukan mulai tahun ini. Diantaranya membentuk Baitul Mal Wattamwil Anshoruna. Dimana tujuannya memberikan bantuan pinjaman modal usaha kepada anggota dan umum. Kedua, mendirikan Lembaga Amil Zakat (LAZ) dengan mengumpulkan pakaian layak pakai, mainan dan sembako untuk disalurkan kepada orang miskin.

Ketiga, membentuk satgas anti narkoba yang akan bekerja sama denga Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Probolinggo. Dimana tujuannya menyisir pondok pesantren untuk memberikan pemahaman tentang bahaya narkoba.

“Selama ini yang sering didatangi pihak kepolisian dan BNK hanya sekolah-sekolah umum saja. Sedangkan pondok pesantren dan madrasah masih jarang,” ungkap Ketua PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo Muchlis.

Keempat, membentuk majelis dzikir dan sholawat dengan mengadakan istighotsah bersama camat untuk meramaikan masjid. Kelima, bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam merekrut anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk penanggulangan bencana daerah. Setiap kecamatan akan direkrut sebanyak 100 orang. “Juga akan dilaksanakan perekrutan Banser sebanyak 1.000 orang pada tahun 2018 mendatang,” jelasnya. 

Sementara Bupati Probolinggo, Hj Puput Tantriana Sari berpesan kepada GP Ansor dan Fatayat agar tetap amanah serta bermanfaat untuk masyarakat dan menjaga komunikasi dengan SKPD di Pemkab Probolinggo. “Apalagi GP Ansor dan Fatayat NU Kabupaten Probolinggo lebih spesial dibandingkan di tempat lain, karena sinergi dua organisasi itu,” katanya.

Selain itu, Tantri berpesan agar kedua organisasi pemuda itu bersiap menghadapi perdagangan bebas Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015. “Salah satunya dengan mengembangkan ekonomi dalam produk kreatif,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Fathoni) 

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: