Donor Darah dan Deklarasi Antigolput Warnai Sumpah Pemuda Waykanan

Waykanan,
Bakti sosial donor darah dan deklarasi antigolput pada Pilkada serentak 9 Desember 2015 akan mengisi peringatan Ke-87 Hari Sumpah Pemuda di kabupaten Waykanan. Gerakan ini diinisiasi pemuda waykanan yang terdiri atas  KPU, Panwaslu, GP Ansor, Alumni BPUN, PMI, dan Gusdurian Lampung.

“Donor darah adalah persoalan kemanusiaan. Kami mengundang elemen kepemudaan, aparatur sipil negara, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda untuk berpartisipasi dalam kegiatan donor darah,” ujar Ketua GP Ansor Waykanan Gatot Arifianto di Blambangan Umpu, Ahad (25/10).

Kegiatan ini rencananya akan berlangsung pukul 09.00 WIB hingga selesai di Gedung Dekranasda atau depan rumah dinas Bupati Waykanan pada Rabu (28/10).

“Kegiatan donor darah adalah kerja yang sesuai dengan kenyataan, bukan sekedar seremoni apalagi wacana yang melahirkan fantasi mengingat persediaan darah di Lampung memang belum memadai. Artinya, donor darah benar-benar bisa dimanfaatkan masyarakat membutuhkan sewaktu-waktu,” ujar aktivis Gusdurian di Lampung.

Setelah atau sebelum mendonorkan darah, para pedonor bisa memberikan testimoni kecil bahwa sebagai masyarakat Waykanan akan menggunakan hak pilihnya pada 9 Desember 2015.

“Setiap orang sepatutnya mendeklarasikan dirinya untuk menggunakan hak pilihnya. Pernyataan antigolput itu nantinya direkam dan selanjutnya diunggah ke Youtube,” ujar Gatot.

Masyarakat Waykanan yang ingin berpartisipasi mendonorkan darahnya bisa menghubungi Agung Rahadi Hidayat di nomor 085292997583 dan Disisi Saidi Fatah di nomor 082377505585.

Ketua KPU Waykanan Iskardo P Panggar menegaskan, pihaknya fokus sosialisasi antigolput, antipolitik uang, dan intimidasi. Menurut dia, selain komisioner sejumlah relawan demokrasi juga akan dikerahkan untuk kegiatan kemanusiaan dan deklarasi antigolput itu.

“Bakti sosial donor darah adalah kegiatan kemanusiaan positif untuk membantu sesama. Hal itu ialah contoh konkret dari sabda Nabi Muhammad SAW, Khairunnas anfa’uhum linnas yang berarti sebaik-baiknya manusia ialah yang bermanfaat bagi manusia lain,” kata dia lagi.

Menurutnya, Sumpah Pemuda ialah sarana untuk introspeksi sekaligus proyeksi terhadap agenda kebangsaan masa depan. Sesuai tema diusung dalam kegiatan tersebut, ‘Menjaga. Mengawal. Merayakan Keberagaman’,” ujar Iskardo didampingi Ketua Panwaskab Waykanan Triwana. (Syuhud Tsaqafi/Alhafiz K)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: