Dua Santri Bojonegoro Ikuti Pelayaran Santri Bela Negara

Bojonegoro,
Dua santri asal Kabupaten Bojonegoro mengikuti pelayaran diatas kapal RI selama seminggu. Kegiatan tersebut diselenggarakan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) setelah ditetapkannya hari santri nasional pada 22 Oktober 2015 lalu oleh Presiden RI, H Joko Widodo.

Wakil Sekretaris PCNU Bojonegoro, M Zainuddin Asyhari mengaku, diikutinya kegiatan tersebut, setelah adanya surat resmi dari PBNU. Serta merujuk Keputusan Presiden RI Nomor 22 Tahun 2015 tanggal 15 Oktober 2015, tentang penetapan Hari Santri yang jatuh pada 22 Oktober.

“Ada dua santri utusan dari pesantren yang direkomendasi dan membawa surat mandat PCNU Bojonegoro,” jelasnya.

Kegiatan ini, lanjutnya, untuk mewujudkan kader santri bela negara, membangkitkan semangat kemaritiman generasi muda, untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia dan sebagai upaya mengenang para pahlawan dalam berjuang membala tanah air.

Mantan Ketua PC GP Ansor Bojonegoro itu menjelaskan, kegiatan ini diselenggarakan PBNU bersama dengan kementerian pertahanan RI, Mabes TNI, TNI AL, dan Lembaga Persahatan Ormas Islam (LPOI).

“Kegiatan pelayaran santri bela negara, tanggal 20 sampai 26 Oktober 2015. Peserta yang mengikuti pelayaran diatas kapal RI, diantaranya 700 santri, 200 personil TNI AL dan panitia,” ungkapnya.

Ditambahkan, para peserta akan mendapat materi terkait wawasan kebudayaan nusantara, orientasi pelayaran, pembekalan tentang hukum laut internasional dan keamanan laut. Serta wawasan bela negara, wawasan cinta tanah air, dunia bisnis, dan media. “Termasuk bagaimana membangkitkan dunia maritim,” imbuh mantan Ketua PC IPNU Bojonegoro itu. (M Yazid/Fathoni)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: