Gandeng TNI dan Banser, 1500 Polri Siap Amankan Muktamar NU

Surabaya, Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur Irjen Pol Anas Yusuf menyatakan siap mengamankan perhelatan Muktamar ke-33 NU yang akan dilaksanakan di Jombang, 1-5 Agustus mendatang. Sebanyak 1.500 personel Polri akan dikerahkan.

“Secara umum kami siap mengamankan. Kita juga libatkan TNI dan Banser,” kata Irjen Pol Anas Yusuf, usai rapat koordinasi bersama Gubernur Jatim Soekarwo, dan Kasdam V/Brawijaya Brigadir Jenderal TNI Joppye Onesimus Wayangkau, di Mapolda Jatim Surabaya, Senin (27/7).

Rapat koordinasi berlangsung mulai pagi hingga siang. Rapat diawali dengan pemaparan kondisi terkini persiapan muktamar dari Bupati Jombang Nyono Suharli dan Kapolres Jombang AKBP Djarwoko, yang juga hadir di rapat ini. “Tadi rapat persiapan pengamanan muktamar,” kata Anas.

Setidaknya sebanyak 1.500 personel Polri akan dikerahkan untuk mengamankan gelaran akbar warga NU ini. Dari jumlah itu, yang paling banyak diterjunkan adalah personel satuan lalu lintas. Sebab, kata Anas, yang paling harus diatasi pada saat pelaksanaan muktamar ialah masalah kemacetan, terutama di titik kumpul muktamar digelar.

“Laporan intelijen sementara, tidak ada potensi kerawanan, kecuai soal kemacetan,” kata mantan Wakabareskrim Mabes Polri itu.

Kemacetan akan terjadi di sejumlah titik di Kota Jombang, terutama jalan sekitar Alun-alun Jombang, tempat utama muktamar. “Karena peserta yang akan hadir jumlahnya banyak,” tandasnya.

Namun, Anas tak menjelaskan rinci rekayasa lalu lintas yang akan diberlakukan menjelang hingga pelaksanaan muktamar. Yang pasti, lanjut dia, pengamanan akan diperketat saat Presiden Jokowi hadir saat membuka muktamar, Sabtu (1/8) malam. “(Bandara) Juanda juga dilakukan pengamanan, kan Presiden Jokowi lewat sana,” ujarnya.

Muktamar ke-33 NU akan berlangsung pada 1-5 Agustus mendatang. Sesuai jadwal akan dibuka secara resmi oleh Presiden Joko Widodo, dan penutupan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Pembukaan dan sidang pleno ditempatkan di Alun-alun Jombang.

Sedangkan sidang komisi berlangsung di empat pondok pesantren, yakni Pesantren Tebuireng, Mambaul Ma’arif Denanyar, Bahrul Ulum Tambakberas, dan Darul Ulum Paterongan. (Abdul Hady JM/Fathoni)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)