Gerakan Anti Radikal Bukan Hal Baru Bagi NU

Lombok, NU Online
Dirbinmas Polda NTB Kombes Pol Suwarto SH MH, menganggap kegiatan untuk melawan radikalisme bukan hal yang baru bagi warga NU bahkan pra kemerdekaan juga bersama-sama berjuang dalam kemerdekaan. 
Hal tersebut dikatakan pada acara Deklarasi bersama Gerakan Anti Radikalisme yang berpusat di pesantren Al-Mansuriah Bonder Lombok Tengah baru-baru ini.

Dijelaskan, ada dua tantangan dan hambatan terjadi kegiatan dan tindakan perilaku kekerasan dan radikalisme. 

Dia mengatakan faktor pertama dilatarbelakangi oleh sosial kemasyarakatan seperti kesalahfahaman. Di NTB kesalahfahaman antar anak-anak muda sehingga terjadi pertengkaran. 

“Harus kita mampu meminimalisir bentuk kekerasan atas sosial kemasyarakatan,” katanya. Misalkan, kata dia, setiap acara adat nyongkolan kerap terjadi keributan, sehingga pihaknya mengumpulkan para tokoh-tokoh adat. 
Kedua, gerakan radikal yang didasari oleh politik kekuasaan. Dicontohkan, ada beberapa saudara yang tidak sepaham dengan ideologi Pancasila dan akan mengganti Pancasila dengan daulah islamiyah dengan khilafahnnya. Daulah islamiyah dijadikan sebagai alat oleh orang-orang tertentu.

Sedangkan Ketua PWNU NTB Tgh Ahmad Taqiudin Mansyur menganggap kegiatan tersebut selain sangat penting, juga merupakan inti dari manifestasi ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah. Untuk melawan radikalisme, kata dia, dengan mendeklarasikan gerakan anti radikalisme.

Menurut Ketua NU NTB juga, sejak lahir NU tidak suka dengan radikalisme. Apalagi dikhususkan bagi anak-anak muda, bagaimana bersama-sama menangkal faham-faham radikal. 

Berikut bunyi naskan gerakan bersama anti radikalisme

Pertama, kami menolak setiap gerakan radikalisme dalam bentuk apapun diseluruh penjuru Nusantara khususnya di NTB, karena bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945. 

Kedua kami menolak segala bentuk kegiatan apapun yang berhubungan dengan gerakan radikalisme, sebab bertentangan dengan nilai-nilai agama dan kemanusiaan. 

Ketiga kami menolak segala bentuk aksi kekerasan, ekstremisme dan terorisme di bumi NTB. 

Keempat kami siap meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap upaya dan usaha pembentukan dan penyebaran faham radikal di wilayah NTB. 

Kelima kami berkomitmen menebarkan kasih sayang kepada setiap jamaah atau masyarakat dengan pendekatan humanistik, serta mengajak dan memberikan inspirasi kepada generasi muda untuk menjadi agen perubahanbagi terwujudnya perdamaian dan melakukan perubahan positif dalam lingkungan masyarakat masing-masing di NTB. 

Keenam–kami siap bekerja sama serta mendukung pemerintah, TNI dan Polri dalam menanggulangi dan memberantas gerakan radikalisme diseluruh kabupaten/kota di NTB. (Hadi/Mukafi Niam) 

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: