Gerakan Santri Menulis Terinspirasi dari Almarhum Mbah Sahal

Kudus, NU Online
Gerakan Santri Menulis (GSM) yang dihelat Suara Merdeka saat ini memasuki tahun ke-21. Sarasehan jurnalistik Ramadhan yang diadakan media berjargon Perekat Komunitas Jawa Tengah ini terinspirasi dari kecemasan Rais Aam PBNU KH MA Sahal Mahfudz.

Demikian dikatakan Ketua panitia GSM Agus Fathuddin Yusuf saat melaksanakan road show di Universitas Muria Kudus (UMK), Jum’at (26/6).

Kepada 115 peserta yang terdiri atas santri, pelajar, dan mahasiswa, ia menjelaskan bahwa diadakannya kegiatan yang rutin saban Ramadhan ini ialah hasil ngudarasa dengan KH Sahal Mahfudz.

Waktu itu Kiai Sahal prihatin bahwa kiai-kiai saat ini jarang menulis kitab kuning. Sehingga Kiai Sahal mendorong Suara Merdeka untuk menstimulasi tradisi menulis para santri di pesantren. Sebab, lewat tradisi menulis sesuai imbauan kiai juga merupakan pesan dakwah yang bisadinikmati semua orang.

Santri, lanjut alumnus magister daro Nancang University, boleh menulis apa saja. Yang perempuan menulis novel dan roman. Sedangkan laki-laki bisa menulis profil seseorang, perusahaan maupun institusi.

Di samping itu saat ini menurutnya sedang tren citizen journalism (jurnalisme warga). “Wartawan yang jumlahnya terbatas tidak mungkin memback up semua jenis kejadian. Sehingga ini peluang bagi santri, pelajar dan mahasiswa untuk belajar menulis,” jelasnya.

Ia meyakini tulisan perempuan lebih indah dibanding tulisan laki-laki. Sebab perempuan rajin menulis juga hampir semuanya memiliki diary (catatan harian).

Santri, sambung pengurus Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) ini, gudangnya penulisan. Terkait kasus prostitusi online misalnya, santri bisa mengangkat pena dengan berpijak kitab Uqudul Lujjain serta Qurrotul Uyun. Perkelahian antarpelajar bisa direspon santri dengan kitabTa’limul Muta’allim.

Sebagai bentuk apresiasi kepada santri, pelajar dan mahasiswa panitia GSM 2015 bekerja sama dengan BNI menggelar Lomba Menulis untuk Santri dengan 3 pilihan tema; Merencanakan Keuangan Sejak Dini Untuk Haji dan Umroh, Menabung Investasi Masa Depan, dan Pengalamanku Berhubungan Dengan Bank.

Naskah minimal 2 lembar folio, maksimal 4 halaman. Peserta diwajibkan menyertakan identitas penulis, alamat, pendidikan, pekerjaan, nomor telepon, dan email. Paling lambat 5 Juli 2015. Tulisan dikirim via email atas nama fathuddin@yahoo.com atau agustonokaryadi@yahoo.co.id. (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: