GP Ansor Dampingi Unjuk Rasa PKL Makam Gus Dur

Jombang,
Puluhan pedagang kaki lima (PKL) yang tergabung di Paguyuban Pedagang Makam Gus Dur Jombang, Jawa Timur berunjuk rasa di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jombang, Selasa (6/10) siang. Mereka mendesak Pemerintah agar memperhatikan pedagang di area sekitar makam KH Abdurrahman Wahid.

Pasalnya sejak dioperasikan terminal daerah lama menyebabkan sepi pembeli. Jalur yang dilewati melalui terminal itu tidak dilewati peziarah. Karenanya para PKL terancam tidak bisa lagi berjualan setelah kawasan terminal Makam Gus Dur beroperasi.

Pada unjuk rasa itu, puluhan PKL menuntut diperbolehkan kembali berjualan di kawasan terminal Makam Gus Dur yang sudah dioperasikan sejak tiga bulan lalu.

Gerakan Pemuda Ansor mendampingi para pedagang yang hampir 5 tahun itu berjualan itu. “Kita mendampingi para pedagang agar tetap mendapatkan tempat untuk berjualan karena memang mereka sudah lama berdagang  di areal makam Gus Dur,” ujar Muzani Ketua PAC GP Ansor Diwek saat mendapingi puluhan PKL melakukan unjuk rasa

Koordinator Paguyuban Pedagang, Sutrisno mengatakan sejak dioperasikan kawasan terminal jalur yang biasa digunakan mangkal berjualan jadi sepi. Karena para peziarah sekarang melewati jalur baru yang dibuat pemerintah.

“Karena terminal parkir peziarah sudah dioperasikan, otomatis peziarah tidak lagi melewati areal pedagang yang selama ini dilalui. Akibatnya jalur lama sekarang sepi dan membuat penghasilan pedagang menurun drastis,” ujarnya.

Para pedagang, lanjut Sutrisno yang juga Komandan Satkoryon Banser Diwek, ini seharusnya mendapatkan tempat baru berjualan yang lebih representatif dengan diberlakukannya terminal parkir peziarah.

Seperti diketahui, sejak presiden ke 4 KH Abdurahman Wahid dikebumikan di kawasan Komplek Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, kemudian tumbuh subur pedagang kaki lima. Hal itu menggerakkan ekonomi warga dan juga ekonomi pedagang sendiri.

Kawasan wisata religi makam Gus Dur tidak pernah sepi dari peziarah, bahkan setiap hari tidak kurang sekitar 2 ribu peziarah datang dari berbaga daerah. Adanya kawasan wisata religi ini menjadi lahan mengais rezeki bagi warga.

Menanggapi tuntutan Paguyuban Pedagang Makam Gus Dur ini, Wakil Ketua DPRD Minardi mengaku belum bisa memberikan solusi. Namun pihaknya akan membicarakan dengan lintas komisi untuk menyikapi tuntutan pedagang agar tidak saling dirugikan.

“Kita akan kaji dan bahas tuntutan pedagang. Nanti akan kita bahas dengan Komisi B dan Komisi D minggu depan,” tandasnya usai menemui perwakilan pedagang. (Muslim Abdurrahman/Abdullah Alawi)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: