GP Ansor dan PMII Kota Mataram Santuni Anak Yatim

Mataram, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor dan PMII Cabang Kota Mataram Santuni anak Yatim sekaligus gelar buka bersama dengan tema “Membumikan Islam Nusantara” di Aula Kantor PWNU NTB Jl Pendidikan No 6 Kota Mataram Sabtu (11/7).

Selain kegiatan di atas, pada malamnya di lanjutkan dengan Nuzulul Qur’an usai sholat Isa’ dan tarawih berjamaah. Hadir Ketua PCNU Kota Mataram H Fairus Zabadi sebagai penceramah di  dampingi Ketua DPRD Mataram H Didik Sumardi.

Hasan Basri Ketua PC GP Ansor Kota Mataram dalam sambutannya mengatakan baru kali ini pihaknya menggandeng PMII secara langsung dalam sebuah kegiatan.

“Tujuan kami adalah mempererat hubungan PMII dengan Banom-Banom NU khusunya dengan  Ansor Mataram,” tamba Hasan.

Ansor Mataram, lanjut Hasan, saat ini  sudah membentuk PAC se  Kota Mataram. “Saat ini di 6 (enam) Kecamatan se-Mataram sudah terbentuk Pimpinan Anak Cabang, dan yang hadir membawa anak yatim  sekarang adalah PAC GP Ansor selaparang,” tambahnya.

Hasan menyinggung tentang tema kegiatan yang diangkatnya yaitu Islam Nusantara yang telah menjadi pembicaraan hangat di Indonesia bahkan di dunia internasional. “Maka wajib bagi kita selaku generasi NU memahami dan mengamalkan Islam Nusantara yang mengedepankan Islam ramah, moderat, toleran dan amar ma’ruf nahi mungkar,” terangnya

Ketua Cabang PMII Kota Mataram Suparman dalam sambutanya pada muktamar NU mendatang  PMII diminta kembali ke banom dan itu menjadi fokus pihaknya. “Isu ini PMII kembali ke NU akan kami kaji akhir ramadhan secara internal,” katanya

Dr TGH Muallif, MPd Kepala Kementerian Agama Kabupaten Lombok Utara hadir sebagi penceramah menjelang berbuka puasa. Menurutnya, Puasa yang di lakukan umat Islam begitu hebat.

Dia pun berpesan agar anak-anak NU tetap percaya diri di manpun berada agar tetap mengakui dirinya NU. “Dimanapun kita berada mari kita tunjukkan ke-NU-an kita,” pinta Ketua LDNU NTB ini. 

Saat ini, lanjutnya, Islam Nusantara menggema di kalangan NU, masyarakat Indonesia, dan dunia. Mengingat NKRI adalah negara majemuk yang mayoritas Muslim namum penuh dengan kedamaian. 

“Kedamaian di tengah kemajemukan inilah yang dibawa Islam Nusantara,” jelasnya.

Dia pun meyakini, Islam Nusantara akan mendapat sambutan dan diterima oleh bangsa-bangsa di dunia. “Buktinya, saat ini di Negara luar sudah mulai mendiskusikan Islam Nusantara yang diusung oleh NU,” jelasnya. (Hadi/Fathoni)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: