GP Ansor dan Warga Tionghoa Riau Peringati Haul Gus Dur

Pekanbaru, Sebagai bentuk kecintaan dan upaya meneruskan perjuangan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Riau bekerja sama dengan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) dan Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Provinsi Riau menggelar peringatan Haul Ke-6 Gus Dur di Gedung Pustaka Wilayah, Pekanbaru, Riau.

Selain mengirimkan doa untuk Gus Dur, acara yang berlangsung akhir pekan (27/12) ini juga dikemas dalam Dialog Kebangsaan bertema “Meneguhkan Pluralisme Gus Dur untuk Indonesia”. Hadir sebagai pembicara Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Alissa Wahid; penulis Enslikopedia Gus Dur, KH Mukhlas Syarqun; dan Prof Dr Firdaus, Wakil Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji Kepri.

Ketua PW GP Ansor Riau Purwaji dalam sambutannya mengatakan, Gus Dur adalah penjaga kebhinnekaan Indonesia semasa hidupnya dan setelah wafat hal itu menjadi tugas GP Ansor dan semua masyarakat yang mencintai Indonesia. “Harga mati, NKRI harus kita jaga dari upaya pihak-pihak yang ingin merongrong, memecah belah bangsa ini,” tegasnya.

Purwaji juga mengatakan, kita patut meneladani Gus Dur yang memandang manusia bukan atas dasar perbedaan agama, suku, dan warna kulit. Tidak boleh ada perbedaan perlakuan kepada setiap warga negara sehingga rasa keadilan bias dimiliki oleh semuanya.

“Tidak peduli apapun agamamu, jika kamu bisa berbuat baik maka orang tidak akan bertanya apa agamamu, begitu pesan Gus Dur,” kata Purwaji.

Sekjen PSMTI Riau Toni Sasana Surya menyambut baik diselenggarakannya Haul Gus Dur yang oleh masyarakat Tionghoa dianggap sebagai Pahlawan. “Kami orang Tionghoa juga biasa melaksanakan Haul, dan kali ini kita mengenang sosok yang kami anggap sebagai pahlawan,” katanya singkat.

Sementara itu mewakili keluarga Gus Dur, Alissa Wahid mengucapkan terima kasih sebab kegiatan Haul Gus Dur di Riau semakin menambah semangat perjuangan keluarga meneruskan apa yang sudah dilakukan Gus Dur semasa hidup.

“Kami merasa tidak sendirian lagi, karena begitu banyak yang mencintai Gus Dur dan ingin meneruskan perjuangan tentang pluralisme, kemanusiaan, dan keadilan,” tegas Alissa Wahid. (Red: Mahbib)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)