GP Ansor Pringsewu Buka Balai Kursus dan Latihan Kerja

Pringsewu,
Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) adalah salah satu bentuk amal usaha yang dimiliki oleh GP Ansor Pringsewu di bidang pendidikan. Setelah sukses mendirikan LKP Bela Bangsa di kecamatan Sukoharjo yang bermitra dengan MA Ma’arif Keputran, kini di Kecamatan Ambarawa juga akan didirikan LKP yang serupa.

Ketua GP Ansor Pringsewu M Sofyan membenarkan rencana pendirian tersebut. “Betul, kami memang sedang mengembangkan amal usaha di bidang pendidikan berupa pendirian LKP yang rencananya hadir di setiap kecamatan yang ada di kabupaten Pringsewu. Untuk saat ini baru di kecamatan Sukoharjo yang sudah berjalan dan di kecamatan Ambarawa saat ini sedang dikerjakan,” jelasnya.

Selain membekali mereka dengan kursus dan pelatihan, mereka yang belajar di LKP Bela Bangsa akan dibekali dengan pendidikan Ahlusssunah Wal Jamaah ala Nahdliyah sesuai dengan visi-misi GP Ansor sendiri.

Hal senada juga disampaikan oleh ketua Tim LKP di kecamatan Ambarawa M Dariyanto yang sekaligus Sekretaris GP Ansor Pringsewu. Ia menjelaskan bahwa program pendirian LKP ini memang sudah lama direncanakan dan baru kali ini bisa terealisasi. Saat ini kami sedang menyiapkan lokasi, sarana, dan manajemen LKP serta memulai promosi ke beberapa sekolah karena memang target utamanya adalah anak-anak sekolah.

Untuk lokasi, sementara berada di kelurahan Ambarawa Barat, tepatnya di kediaman sahabat Henudin dan untuk sarana sudah tersedia seperti beberapa perangkat komputer, ruang belajar, fasilitas kantin dan lain-lain.

“Rencananya nama LKP di Kecamatan Ambarawa ini juga sama dengan LKP yang ada di Sukoharjo, yaitu LKP Bela Bangsa karena memang sama-sama milik GP Ansor Pringsewu. Sementara untuk program pelatihan yang diselenggarakan LKP Bela Bangsa cabang Ambarawa ada 5, yaitu kursus komputer, kursus bahasa inggris, kursus teknisi komputer & printer, Bimbel Semua Mata Pelajaran, serta Bimbingan Baca Al Qur’an (BBQ),” imbuh Dariyanto.

Sayangnya, saat ditanya soal biaya kursus bagi setiap peserta yang belajar di LKP ini, M. Dariyanto belum bisa memberitahu karena masih dalam tahap perhitungan. “Yang pasti lebih murah dari tempat kursus yang lain, karena kami tidak semata-mata mencari profit tetapi lebih kepada pengabdian terhadap masyarakat,” tegasnya. (Henudin/Alhafiz K)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: