GP Ansor Surakarta Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan

Solo, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Surakarta menyelenggarakan Sosalisasi Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-70 Republik Indonesia, Sabtu (22/08).

Acara yang digelar di Solo’s Bistro Restaurant ini menghadirkan Ahmad Muqqowam anggota DPD RI dengan mengusung tema “Penguatan Wawasan Kebangsaan melalui Sosialisasi 4 Pilar”.

Di hadapan ratusan kader PC GP Ansor se-Solo Raya (Karanganyar, Solo, Boyolali, Klaten, Sragen Wonogiri, Sukoharjo), IPNU-IPPNU, dan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) se-Solo Raya, Ahmad Muqowwam menekankan kepada masyarakat luas akan pentingnya 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurutnya, saat ini banyak hal yang bisa meruntuhkan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara dengan kecepatan arus informasi, terlebih kini masyarakat harus siap dengan era globalisasi.

Ketua Umum Ikatan Alumni PMII ini juga mengimbau, agar bisa menyaring setiap arus informasi yang cepat agar tidak merusak jati diri masyarakat. Untuk itu, masyarakat harus mengimplementasikan 4 pilar kebangsaan agar tidak terjerumus kepada hal yang buruk.

Muqowwam juga meminta kepada kader muda NU agar memahami betul sejarah kelahiran Pancasila. “Bahwa hari lahirnya Pancasila bukanlah tanggal 1 Juni, tetapi tanggal 18 Agustus, karena rumusan final disepakati dan disahkan pada tanggal tersebut. Kalau 1 Juni adalah kelahiran Pancasila, justru yang dirugikan adalah kita sebagai kaum santri,” tambah Muqowwam

“Pelajaran apa yang dapat kita petik adalah bahwa kompromi terakhir tentang landasan falsafah negara, Pancasila, dengan rumusan seperti dalam Pembukaan UUD 1945 adalah terjadi tanggal 18 Agustus 1945,” pungkasnya.

Dr. Widodo Muktiyo, Wakil Rektor Universitas Sebelas Maret yang juga sebagai narasumber mengamini penjelasan anggota DPD RI tersebut. Menurut Widodo, bangsa ini akan terus terpuruk, jika sistem Pancasila belum terelaisasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (Ahmad Rosyidi/Mahbib)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)