Gubernur Jatim Ajak Masyarakat Jadi Tuan Rumah yang Ramah

Jombang, Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengajak masyarakat untuk bersiap menyukseskan kegiatan Muktamar ke-33 NU di Jombang dan  menjadi menjadi tuan rumah yang ramah. Pasalnya, peserta dan tamu Muktamar NU yang akan hadir datang dari berbagai penjuru Indonesia, bahkan mancanegara.

Ajakan ini disampaikan Gubernur Soekarwo saat meninjau langsung empat pesantren di Jombang yang bakal menjadi lokasi perhelatan akbar tersebut. Bersama Kapolda Jatim Irjen Pol Anas Yusuf dan Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Eko Wiratmoko serta Ketua PWNU Jatim KH Mutawakkil Alallah Soekarwo memastikan kesiapan Pesantren Darul Ulum Rejoso, Pesantren Tebuireng, Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras, dan Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar.

“Kita minta masyarakat Jombang khususnya dan Jawa Timur bisa menunjukkan bahwa Jombang adalah kota kelahiran tokoh-tokoh NU, tokoh-tokoh nasional. Karenanya kita minta masyarakat Jombang bisa menjadi tuan rumah yang ramah,” ujarnya saat ramah tamah di Pesantren Denanyar, Senin (22/6).

Gubernur yang biasa dipanggil Pak Dhe Karwo ini juga meminta Bupati Jombang dan seluruh jajarannya untuk berbenah dalam menyambut Muktamar. Karena menurutnya Jombang belum total untuk mempersiapkan menyambut tamu yang bakal hadir. “Ini kelihatannya Jombang belum total untuk mempersiapkan menyapa tamu,” imbuhnya.

Ia juga meminta pemerintah daerah bisa memanfaatkan kegiatan Mukmatar ke-33 NU untuk menyejahterakan masyarakatnya, misalnya terkait buah tangan yang bakal menjadi oleh-oleh peserta atau yang lain. “Sebenarnya dalam momen Muktamar NU yang bisa diambil manfaat dan menjadi ukuran itu adalah bagaimana gawe nasional ini  bisa meningkatkan ekonomi warga Jombang. Dan ini tugas Bupati dan Wagub untuk mengkreasikan soal ini,” ujarnya.

Sementara itu, saat pengecekan lokasi, Gubernur Soekarwo berserta rombongan mengawali dari Pondok Pesantren Darul Ulum (PPDU) Rejoso, Kecamatan Peterongan. Selanjutnya, mereka dipandu oleh KH Hamid Bisri atau Gus Mamik, salah satu pengasuh PPDU. Gus Mamik menjelaskan secara panjang lebar tentang kesiapan PPDU. “Kita sudah siap sebagai tuan rumah. Di PPDU ini siap menampung 850 muktamirin,” katanya.

Gus Mamik lantas mendampingi gubernur beserta rombongan melihat ruangan yang digunakan untuk tidur muktamirin. Dalam satu ruangan tersebut terdapat 8 lembar kasur lantai yang ditata sedemikian rupa. Selain itu juga terdapat bantal. Pada masing-masing perangkat tidur itu terdapat tulisan ‘Muktamar ke-33 NU Jombang’.

“Nanti bantalnya bisa dibawa pulang oleh peserta. Kita juga sediakan kasur lantai untuk istirahat peserta,” kata Ketua Panda (panitia daerah) Muktamar ke-33 NU yang juga ikut mendampingi rombongan.

Usai dari Rejoso, Rombongan melanjutkan ke Pesantren Tebuireng pimpinan KH Sholahudin Wahid. Rombongan juga sempat melakukan ziarah ke makam pendiri NU KH Hasyim Asyari dan makam Gus Dur. Rombongan kemudian melanjutkan ke Pesantren Tambakberas. Gubernur juga sempat menjajal bantal dan kasur yang disediakan panitia untuk peserta dan tamu Muktamar NU yang bakal menginap selama 5 hari.

Foto: Gubernur Jatim Soekarwo (kiri), Ketua PWNU Jatim KH Mutawakil Alallah, Wagub Jatim Saifullah Yusuf, saat mencoba alas tidur untuk muktamirin

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: