Gus Aiz Hadiri “Dhuha Bulanan” PWNU DKI Jakarta

Jakarta, Sehari setelah pengukuhan PBNU di masjid Istiqlal Jakarta, Ahad (6/9), salah satu Ketua Tanfidziyah PBNU yang merupakan cucu pendiri NU Hadratusyaikh KH Hasyim Asy’ari, KH Aizzuddin Abdurrahman langsung menghadiri kegiatan yang diadakan oleh keluarga besar PWNU DKI Jakarta yaitu Dhuha Bulanan.

Dalam sambutannya, Gus Aiz sapaan akrabnya, menyampaikan betapa pentingnya menjaga silaturahim antara pengurus dan jama’ah NU. Jakarta sebagai etalase negara Indonesia, mestinya PWNU-nya  pun haruslah mampu menjadi contoh terbaik bagi PWNU ataupun PCNU lainnya yang berada di daerah-daerah.

Gus Aiz juga memberikan oleh-oleh sebuah kitab Irsyadu Syari’ yaitu sebuah kitab kumpulan karangan Hadlratusyaikh Kyai Hasyim Asy’ari. Dalam kitab ini, menurut Gus Aiz yang saat ini menjabat salah satu Ketua PBNU,  berisi berbagai hal-hal yang prinsipal dalam kehidupan sehari-hari, bahkan isinya juga berkaitan dengan ke-NU-an seperti risalah annahdliyyah, attibyan, dan sebagainya.

“Melalui kitab Mbah Hasyim ini, saya berharap dakwah dan pengabdian NU semakin kuat di tengah masyarakat,” harap Gus Aiz.

Ditemui di tempat yang sama, Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PWNU DKI Jakarta, Husny Mubarok Amir, menambahkan, bahwa kedatangan Ketua PBNU ke sekretariat PWNU DKI Jakarta merupakan suntikan motivasi tersendiri.

“Sebab sebagai jama’ah dan jam’iyyah, NU di Jakarta sangat butuh akan motivasi yang dapat mendorong semangat ber-aswaja, bukan hanya bagi para pengurusnya, namun juga warga nahdliyyin di Jakarta secara umum,” terang Husny. (Red: Fathoni)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)