Gus Dur Ajarkan Kebebasan Memilih Asal Bertanggung Jawab

Jakarta, Apabila Gus Dur memberikan kebebasan kepada orang lain, itu pula yang dilakukannya kepada putri-putrinya, termasuk Alissa. Hal itu antara lain terlihat saat Alissa dan saudara-saudaranya memilih dunia pendidikan dan kerja apa yang ingin dimasuki.

Yenny, misalnya dibebaskan saat memilih kuliah Desain Grafis. Lalu setelah lulus, sempat jadi wartawan. Alissa malah aktif di lembaga sosial sejak kuliah sampai saat ini. 

Sebagian orang mungkin mengira bahwa pembebasan itu berlaku pada putri-putri Gus Dur dalam hal memilih jurusan saat kuliah dan memasuki dunia kerja. Ternyata dalam memilih jodoh pun, Gus Dur tidak pernah mendikte putri-putrinya.

“Apapun pilihanmu, bapak mendukung asalkan bertanggung jawab,” kata Alissa menirukan komentar Gus Dur saat mengisi bincang-bincang tentang Gus Dur di Radio NU Jakarta.

Alissa dan adik-adiknya, diberikan kebebasan memilih sejak memasuki bangku sekolah. Sewaktu akan masuk SMA 8 yang jauh dari Ciganjur, Alissa meminta pendapat ayahnya.

Gus Dur menjawab, “Tiap pilihan ada konsekuensinya. Pilihan itu nggak pernah ditawar. Memilih ya atau tidak. Semua sekolah itu tergantung orangnya. Kalau sekolahnya bagus tapi orangnya nggak semangat ya sama saja.”

Rambu-rambunya memang hanya seperti itu. Itu menyebabkan Alissa dan adik-adiknya tahu sendiri dari prinsip-prinsip yang diteladankan Gus Dur. Akhirnya akan menentukan semuanya jadi lebih matang.

Ditanya bagaimana seharusnya anak-anak muda sekarang agar bisa menirukan kebaikan Gus Dur, Alissa menjawab, “Itu sebetulnya susah menjawabnya. Karena Gus Dur saat ditanya ‘Gus saya harus bagaimana?’ Gus Dur mengatakan, Jadilah yang terbaik dari dirimu sendiri’. Beliau hanya memberikan petunjuk itu. Itu hanya kita yang tahu.”

Alissa juga menyebutkan contoh yang terjadi dengan dirinya. Menurut Alissa, yang terbaik adalah mengikuti Sabda Rasulullah, dan bermanfaat untuk sesamanya. Lalu ukuran apa? Itu beda-beda. Tetapi kita bisa menjadi yang terbaik dan bermanfaat.”

Adapun saat ditanya “Apakah para Nahdliyin dewasa ini—terutuma kaum muda—sudah seperti Gus Dur?” Alissa berkomentar, “Gus Dur sendiri tidak meminta orang lain agar seperti dirinya.”

Menurut Alissa, yang bisa kita lakukan adalah meneladani  Gus Dur. Itu bisa berupa pemikiran, keteladanan, dan perjuangannya. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)