Gus Sholah Minta Panitia Muktamar Bertindak Sesuai AD/ART

Jombang, Pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) mengimbau kepada panitia muktamar untuk bertindak sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga NU.

“Saya harap panitia bertindak sesuai AD/ART. Biarkan peserta masuk tanpa syarat menulis calon Ahwa,” ujar Gus Sholah usai penandatangan nota kesepahaman (MoU) dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di gedung KH M Yusuf Hasyim Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur, Jumat (31/7) sore.

Gus Sholah mengatakan, ada laporan bahwa calon peserta muktamar tidak diizinkan panitia masuk arena muktamar lantaran belum menulis sembilan nama calon formatur (Ahlul Halli Wal Aqdi/Ahwa).

“Orang yang mau daftar untuk jadi peserta diharuskan menuliskan sembilan nama tersebut. Nah, orang-orang itu tidak mau menulis. Karena itu harus diputuskan di muktamar,” ungkapnya.

Wong itu belum diputuskan di muktamar kok dipaksakan gitu lho. Lha kalau nggak mau menulis ya jangan dipaksa. Kalau nggak mau menulis lalu nggak bisa jadi peserta muktamar, dari mana itu. Itu nggak ada di AD/ART,” tegasnya.

Menurut Gus Sholah, peserta yang tercantum namanya tetap berhak masuk ke arena muktamar. “Saya kira nggak perlu menulis nama itu. Ini kan memaksakan kehendak namanya,” tegasnya.

Adik kandung Gus Dur ini berharap peserta yang datang ke Jombang bisa masuk arena muktamar tanpa ada syarat. “Daftar tanpa ada syarat apapun dan harus diterima sebagai peserta,” harapnya.

Panitia diharap fair dan tidak memihak calon manapun. “Juga jangan ada politik uang. Itu pasti. Mata dunia dan mata akhirat melihat muktamar ini. Apabila muktamar masih mengulangi permainan politik uang seperti di Makassar, Mbah Hasyim akan menangis,” pungkasnya. (Musthofa Asrori/Anam)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)