Gusdurian Lampung Gerakkan Warga Lakukan Donor Darah

Waykanan, Sejumlah PNS dan masyarakat di Kabupaten Waykanan Provinsi Lampung menilai jaringan Gusdurian di Bumi Ruwai Jurai berani berkarya nyata dengan mengajak berbagai pihak untuk mendonorkan darahnya bagi kepentingan kemanusiaan.

“Apa yang dilakukan Gusdurian perlu dan penting mengingat akses untuk melakukan donor darah di Waykanan belum ada yang menggerakkan,” ujar Septa Muktamar, PNS Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten Waykanan di Blambangan Umpu, Kamis (30/7).

Secara medis, donor darah mempunyai manfaat, seperti melindungi jantung, menurunkan risiko terkena kanker, menurunkan level zat besi dalam darah, meningkatkan kesehatan psikologis, memaksimalkan darah dalam paru-paru dan mencegah stroke.

“Donor darah juga membantu sirkulasi darah. Selain itu, perlu juga dilakukan karena memang bermanfaat membantu sesama,” papar Septa lagi.

Kepala Dinas Kesehatan yang juga Ketua Palang Merah Indonesia Kabupaten Waykanan Edwin Rusli juga mengapresiasi kegiatan tersebut. Pihaknya juga terbuka sekiranya kegiatan donor darah akan dilakukan secara rutin per tiga bulan sekali.

“Bagus, kita senang sekali jika kegiatan ini bisa rutin,” paparnya.

Kegiatan donor darah yang merupakan rangkaian kegiatan ‘Riungan Kebangsaan’ merupakan sinergi dan energi cinta untuk bangsa dari berbagai pihak, seperti Gusdurian Lampung, Alumni BPUN Way Kanan 2015, Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), Pemuda Katolik, Gerakan Pemuda Ansor, Peradah, Yayasan Shuffah Blambangan Umpu, Palang Merah Indonesia (PMI), Barisan Ansor Serbaguna (Banser), dan TP PKK.

“Insya Allah Riungan Kebangsaan berisi diskusi berbagai tema dan donor darah akan menjadi agenda rutin,” ujar Ketua PC GP Ansor Waykanan yang juga penggiat Gusdurian di Lampung, Gatot Arifianto didampingi I Gede Klipz Darmaja dari Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah) Lampung.

Pemilik gelar adat Lampung Ratu Ulangan itu menegaskan, bahwa darah tidak mengenal agama, berbagi cinta melalui donor darah ialah persoalan kemanusiaan. (Red: Fathoni)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)