Gusdurian Lampung Siap Gelar Riungan Kebangsaan dan Donor Darah

Way Kanan, NU Online 
Para murid, pengagum, penerus pemikiran dan perjuangan KH Abdurahaman Wahid atau Gusdurian di Lampung menggelar “Riungan (kumpulan) Kebangsaan dan Donor Darah” sebagai upaya mempererat tali silaturahmi komponen bangsa dari lintas disiplin ilmu, iman, dan profesi. 

Penggiat Gusdurian Lampung Gatot Arifianto mengatakan, tujuan dari kegiatan tersebut ialah mewujudkan semangat kepedulian kepada sesama, menjaga dan mengkampanyekan semangat nasionalisme serta membantu tersedianya ketersediaan darah bagi pihak membutuhkan di Palang Merah Indonesia (PMI) di Provinsi Lampung.

“Kami mengundang sejumlah pihak baik dari unsur pemerintah dan non pemerintah termasuk para pemuda dari beberapa organisasi untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang akan digelar pada Senin 27 Juli 2015 di Dewan Kerajinan Nasional Daerah atau Dekranasda Way Kanan mulai pukul 08.30 WIB tersebut,” katanya di Blambangan Umpu, Kamis (23/7).

Diskusi kebangsaan mengambil topik “Masih Perlukah Indonesia Dengan Pancasila?” Menghadirkan sejumlah pembicara, seperti I Gede Klipz Darmaja dari Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah) Lampung, lalu Andreas Sugiman dari Pemuda Katolik Way Kanan. Kegiatan dimoderatori oleh Ponita Dewi, Duta Genre (Generasi Berencana) Indonesia 2013 yang juga presenter salah satu televisi di Lampung.

“Dari Nahdlatul Ulama atau NU juga akan ada yang menjadi pembicara dalam kegiatan itu,” ujar Gatot yang juga Ketua PC GP Ansor Way Kanan itu pula.

Sejumlah undangan untuk komunitas, lembaga dan organisasi di Way Kanan seperti pihak gereja, pura, wihara, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Pemuda Muhammadiyah, Majelis Penyimbang Adat Lampung (MPAL), Lembaga Perlindungan Anak, Forum Anak Daerah, Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki), Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI),  Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), pengurus masjid, Forum Kota (Forkot), TP PKK, OSIS, Pramuka hingga Korps Pegawai Negeri (Korpri), demikian pemilik gelar adat Lampung Ratu Ulangan itu menambahkan, telah disampaikan dan mendapat apresiasi positif.

“Sejumlah PNS bahkan telah menyatakan diri untuk ikut dalam kegiatan donor darah,” papar Gatot yang merupakan Koordinator The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) Lampung dan juga tercatat sebagai anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung itu lagi.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut merupakan sinergi dan energi cinta untuk bangsa dari Gusdurian Lampung, Alumni BPUN Way Kanan 2015, Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), Pemuda Katolik, Gerakan Pemuda Ansor, Peradah, Yayasan Shuffah Blambangan Umpu, Palang Merah Indonesia (PMI) dan TP PKK. Temanya, “Mensinergikan Keberagaman Menumbuhkan Kemanusiaan”.

Untuk diketahui, pada Mei 2015 lalu, data persediaan darah di Provinsi Lampung masih banyak mengalami kekurangan dalam jumlah cukup besar, sehingga memerlukan partisipasi relawan pendonor darah yang semakin banyak pula termasuk dari kalangan generasi muda sebagai pendonor pemula. Sebanyak 60 persen komposisi penyumbang darah sukarela, yang mendonorkan darah mereka secara rutin sebagai penopang ketersediaan darah, untuk Lampung masih kekurangan persediaan darah berkisar 40 persen dari kebutuhan darah bagi masyarakat di Lampung.

“Hal tersebut yang menjadi landasan kenapa ada kegiatan donor darah. Karena itu, bagi masyarakat di Way Kanan yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan bakti sosial donor darah tersebut bisa menghubungi pengurus PMI Way Kanan yang juga bergiat di PAC Ansor Way Tuba Agung Rahadi Hidayat di nomor 085292997583. Adapun untuk yang akan mengikuti diskusi kebangsaan bisa menghubungi Ketua Alumni BPUN Way Kanan 2015 Disisi Saidi Fatah di nomor 082377505585,” demikian Gatot Arifianto. (Tedi Heriyanto/Abdullah Alawi)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: