H Asnawi Latief, Mantan Ketua Umum IPNU Wafat

Jakarata, NU Online
Innalillahi wa inna ilaihi raajiuun, keluarga besar NU berduka atas meninggalnya H. Asnawi Latief, mantan ketua umum Ikatan Pelajar NU periode 1963-1970. Ia meninggal pada Senin, 23 November 2015 pukul 22.05 WIB di RSAU Esnawati Antariksa, Halim Perdanakusuma Jakarta. Kabar meninggalnya dengan cepat menyebar dari grup-grup WA para aktifis NU.

Ia merupakan pemimpin IPNU yang harus mengendalikan organisasi pada saat-saat sulit, khususnya berkaitan dengan peristiwa 1965. Ia menjadi bagian dari generasi muda NU yang berusaha menyelamatkan Indonesia dari ancaman komunisme. 

Satu kebijakan yang sampai saat ini hasilnya masih ada adalah pendirian CBP (Corp Brigade Pembangunan) yang ditetapkan dalam konferensi besar IPNU di Pekalongan 25-31 Oktober 1964 yang tujuan praktisnya waktu itu adalah untuk mempersiapkan kader muda NU dalam menghadapi PKI. Setelah masa-masa ketegangan tersebut reda, CBP kini lebih berperan sebagai gerakan kepanduan IPNU.

Pada kepengurusan dia, juga mulai lakukan penataan organisasi dengan menerbitkan buku panduan sebagai panduan bagi pengkaderan IPNU tingkat nasional. 

Setelah selesai ia tetap aktif di lingkungan NU. Pada kepengurusan NU hasil muktamar Situbondo 1981-1999, Asnawi dipercaya sebagai salah satu wakil sekjen PBNU. Setelah reformasi, dengan terbukanya kesempatan mendirikan partai baru, ia bersama dengan KH Yusuf Hasyim mendirikan Partai Kedaulatan Umat (PKU) dengan posisi sebagai sekretaris jenderal. Ia kemudian menduduki posisi sebagai ketua umum partai tersebut, tetapi karena tidak mencapai ambang batas parlemen, Asnawi menggabungkan partainya dengan PPP.

Asnawi juga aktif dalam kepengurusan MUI Pusat sebagai salah satu wakil ketua komisi dewan fatwa yang membawanya cukup aktif dalam dunia ekonomi syariah. Ia menjadi salah satu anggota dewan syariah Asuransi Sun Life Indonesia dan Asuransi Jiwa Syariah Al-Amin.

Ia merupakan salah satu kader IPNU yang masih aktif menghadiri berbagai acara IPNU dan membagikan ilmunya kepada generasi muda NU. Ia menjadi tempat bertanya dan belajar bagi para generasi muda NU. (Mukafi Niam)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: