Habib Luthfi bin Yahya: PMII Seharusnya Tidak Berpikir Panjang Soal Kembali Ke NU

PEKALONGAN – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sebagai garda muda NU di kampus, hendaknya tidak perlu berpikir panjang dan bertele tele untuk kembali sebagai anak kandung Nahdlatul Ulama. Karena meskipun mengikrarkan selama ini sebagai organisasi independen, tapi secara defacto PMII selalu di bawah naungan NU.

Oleh karena itu, desakan berbagai pihak, termasuk keinginan NU sendiri untuk mengembalikan status PMII saat ini hendaknya patut kita sambut dan kita dukung, agar PMII tidak kehilangan obor sejarah.

Demikian dikatakan Habib Luthfy bin Yahya Rais Aam Idaroh Aliyah Jam’iyyah Ahlit thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah (JATMAN) di hadapan ratusan anggota PMII Cabang Pekalongan di Kanzus Sholawat, Sabtu (21/03) di Kanzus Sholawat Pekalongan.

Dikatakan, sebagai kader muda yang berhaluan Ahlussunnah wal Jama’ah, banyak pekerjaan dan tugas PMII yang harus segera dilaksanakan PMII seperti membentengi anak muda kampus dari paham radikalisme serta memperkenalkan wajah Islam moderat yang rahmatan lil alamin.

“Jangan sampai PMII kehilangan obor sejarah, PMII lahir dari rahim NU dan di saat ancaman semakin kencang maka tidak usah berpikir panjang untuk kembali ke NU,” ujar Habib Luthfy.

Menurutnya, saat ini banyak kelompok-kelompok yang akan menghilangkan sejarah keislaman, maka sebagai mahasiswa sudah seharusnya belajar dengan sebaik mungkin mengetahui sejarah secara mendalam dan jagalah dengan baik.

Sebagaimana diketahui, wacana kembalinya PMII menjadi banom NU yang akan di rekomendasikan pada muktamar NU di Jombang mulai mengemuka. Meski terjadi pro dan kontra, PBNU telah mengagendakan pada muktamar di Jombang Agustus mendatang posisi PMII akan dibahas secara khusus.

Acara tersebut diawali dengan pembacaan maulid Nabi Muhammad SAW dilanjutkan dengan pelantikan oleh Sekretaris Jenderal Pengurus Besar PMII Abdul Haris Wally dan diakhiri dengan dialog langsung dengan Maulana Habib Luthfy bib Ali bin Yahya

Sumber: NU Online

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

%d bloggers like this: