Habib Syech: Keberhasilan Memerlukan Pengorbanan

Sleman, Tidak ada orang yang berhasil tanpa berkorban. Semakin besar pengorbanan, semakin besar pula peluang untuk menuju keberhasilan. Kita mengetahui betapa Nabi Ibrahim as dengan tulus melakukan segala  pengorbanan semata-mata untuk Allah SWT. Karenanya pantas, jika Nabi Ibrahim menyandang gelar Khalilullah.

Demikian ungkap Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf pada acara Dzikir dan Shalawat dalam rangka Walimatussafar Ibadah Haji di dusun Turgo Gede, Sleman, Yogyakarta, Selasa (25/8) malam. Habib Syech Mengajak para jama’ah untuk mencontoh Nabi Ibrahim yang selalu ikhlas ketika Allah SWT mengujinya.

“Cobaan terberat bagi Nabi Ibrahim adalah ketika Allah mengujinya dengan perintah mengorbankan Ismail putranya. Sementara Ismail adalah anak yang telah lama dinantikan oleh Nabi Ibrahim. Namun demikian, Nabi Ibrahim tetap melaksanakan perintah Allah SWT, lantaran ketaqwaan Ibrahim kepada Tuhannya” kata Habib Syech.

Demikian pula, lanjut Habib Syech, Ismail sebagai putra dengan legowo mentaati inatruksi ayahnya, lantaran mengetahui bahwa yang demikian itu adalah perintah Allah SWT. Padahal usia Ismail kala itu tergolong muda. Bahkan terbilang usia kanak-kanak. “Inilah bukti konkret, bahwa karunia Allah berupa anak yang sholeh lantaran orang tua yang selalu berdoa untuk anaknya,” tegasnya.

Habib Syech mengatakan, jika menginginkan keluarga yang indah dan baik, tirulah Nabi Ibrahim. Ketika menanti kehadiran putra tercintanya, Nabi Ibrahim dan istrinya selalu berdo’a (rabbi habli mina al-sholihin) kepada Allah SWT. Ketangguhan Ibrahim sebagai suami dan ayah juga perlu dicontoh. Sementara kesabaran Siti Hajar sebagai istri juga penting dalam membangun keluarga yang baik. Karenanya, tidak heran jika Nabi Ibrahim dikaruniai putra seorang Ismail dengan kepribadian yang istimewa.

“Jika menginkan hadirnya anak yang sholeh tirulah juga Nabi Ibrahim, yang tidak pernah putus asa berdoa kepada Allah SWT. Sebab, Doa orang tua untuk anaknya adalah penting, supaya kedepannya tercetak generasi-generasi yang baik dan bermutu.  Selain itu, yang tidak kalah penting juga adalah mendidik anak dengan baik, agar tidak salah langkah dalam mengambil jalan” terang Habib Syech

Habib Syech mengingatkan kepada kaum muda, bahwa satu kebaikan anak muda lebih baik dari seratus kebaikan yang dilakukan orang tua.  Hal demikan karena usia muda adalah masa dimana berbagai persoalan semakin kompleks dan butuh langkah taktis untuk memutuskan sesuatu. (Anwar Kurniawan/Fathoni)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)