Hadapi Sidang Pleno, Sejumlah Peserta Muktamar Siapkan Tenaga Ekstra

Jombang, NU Online
Ribuan peserta Muktamar ke-33 NU dari perwakilan pengurus telah memadati tempat sidang pleno yang berlokasi di Alun-Alun Jombang. Sejumlah peserta muktamar mengaku sudah melakukan persiapan ekstra dalam menghadapi sidang pleno yang akan berlangsung pada Ahad (2/8).

Mahsun (47), ketua PCNU kabupaten Magelang, mengaku telah mempersiapkan konsep yang akan disampaikan dalam forum sidang Pleno. Ia juga ingin menyampaikan fenomena-fenomena yang ada sejak persiapan muktamar sampai berlangsung pada hari ini.

“Ngalir aja, kita sampaikan. Intinya kita memberikan suatu kontribusi sebagaimana agar sidang pleno ini membuahkan satu keputusan yang baik, karena sidang khusunya tata tertib yang akan menentukan keberhasilan muktamar ke depan,” katanya kepada NU Online disela-sela sebelum sidang pleno dibuka.

Sentara Muhammad Taslam (38), katib cabang di Kalimantan Utara mengaku sudah mengadakan rapat di dalam pengurus cabangnya. “Insyaallah kami sudah siap dalam mendukung, dan Insyaallah kami sudah menentukan yang akan kami dukung.

“Insyallah kalau persiapan kami dari awal sudah siap. Sementara ini kami termasuk peserta yang netral. Kami berdoa mudah-mudahan muktamar ini berjalan dengan lancar dan sukses tanpa adanya ketegangan dan pertikaian,” tambahnya.

Ada juga Muhammad Dahlan Hoerenan (53), mengungkapkan kesiapannya dalam menyukseskan sidang pleno. “Kita sebagai peserta harus siap menghadiri sidang pleno agar tidak terjadi suatu hal yang tidak diinginkan,” ungkap ketua PCNU Kepulauan Aru, Maluku itu.

Dari pembahasan sidang pleno, ia berharap NU bisa bangkit sebagai organisasi terbesar di Indonesia supaya dapat mengayomi umat Islam tanpa adanya perpecahan.

Berbeda dengan sebelumnya, Ismail Zein Wakil ketua di PCNU Cirebon dalam sidang pleno kali hendak mengutamakan untuk fokus pada hasil-hasil Musyawarah Nasional (Munas) yang harus diperjuangkan,  termasuk di antaranya adalah masalah Ahlul hal wal ‘aqdi (Ahwa). “Ingat bawa PBNU dan Banom harus tunduk pada kebijakan-kebijakan hasil muktamar. Muktamar kan hasil dari pemikiran para kiai,” tuturnya

“Kami sudah banyak mempersiapkan  dalam sidang pleno, seperti rekomendasi mengedepankan profesionalisme organisasi mulai dari pengurus pusat,”pintanya. (M. Zidni Nafi’/Mukafi Niam)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)