Hadirkan Sejumlah Pihak, LPNU Bahas Kedaulatan Pangan

Jakarta, Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) menggelar Seminar Nasional Pra Muktamar bertajuk “Menyoal Ekonomi Kerakyatan dan Kedaulatan Pangan di era Jokowi” di lantai 5 Gedung PBNU Jl Kramat Raya 164 Jakarta, Rabu (1/7).

Ketua Pengurus Pusat LPNU H Mustholihin Madjid mengatakan, hasil seminar akan dibawa ke forum muktamar dan dijadikan acuan PBNU lima tahun mendatang. “Jika perlu, akan diteruskan acuan tersebut hingga 2026 saat memperingati 100 Tahun NU. Dengan catatan kalau hasilnya bagus,” ujarnya.

Menurut dia, membincang soal ketahanan pangan tentu tidak bisa dihindari membicarakan tentang produk petani. “Bicara produk petani, otomatis kita bicara tentang petani. Nah, kalau tentang petani, merem saja 50 persennya akan ketahuan kalau mereka warga NU,” kata Mustholihin.

Hadir dalam acara tersebut Ketua PBNU sekaligus Ketua Panitia Muktamar ke-33 NU H Imam Aziz dan Ketua PBNU bidang perekonomian Prof KH Maksum Mahfoedz. Para pimpinan lembaga di lingkungan PBNU juga tampak hadir, antara lain Ketua LTM NU KH A Manan A Ghani, Ketua PP Lakpesdam NU KH Yahya Mashum, Ketua PP LAZISNU KH Masyhuri Malik.

Seminar yang dimoderatori kader NU dari Universitas Indonesia Athor Subroto ini mengundang sejumlah narasumber antara lain Sekretaris Badan Ketahan Pangan Nasional Rochjat Darmawiredja, Direktur Irigasi, Rawa dan Air Kementerian PUPR Amir Hamzah, Kepala Biro Ekonomi BCA David Gumual, dan Rangga dari LSM Vasham.

Para narasumber berbicara tentang tiga hal Kedaulatan Pangan, Kemandirian Pangan, dan Ketahanan Pangan yang mengacu pada UU No 18/2012 tentang Pangan.  Sementara paparan Rangga dari Vasham lebih kepada strategi swasembada pangan, yakni menyangkut corporate farming, dan pengembangan petani kecil. (Musthofa Asrori/Anam)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)