Harapkan RMI Kembali Jadi Banom

Probolinggo, NU OnlineGagasan mengembalikan RMI menjadi badan otonom (banom) NU kembali mengemuka pada Muktamar NU ke-33 di Jombang yang akan berlangsung sampai 5 Agustus nanti. Dengan menjadi banom, perhimpunan pesantren itu dinilai akan lebih gesit bergerak.Gagasan itu dimunculkan Ketua Pengurus Cabang RMI Kota Probolinggo Abd Azis. “Saat ini, RMI pusat tidak punya kekuatan ke bawah, ke tingkat wilayah dan cabang-cabang,” katanya, Sabtu (1/8).Kondisi itu berbeda ketika RMI menjadi banom sebelum Muktamar ke-30 di Lirboyo, Kediri. “Sebelumnya, program kepesantrenan di bawah RMI dikawal betul secara nasional,” ujarnya. Sebagai contoh, ia menyebut gerakan Ayo Mondok yang tengah bergulir.Menurutnya, gerakan tersebut tidak sampai ke tingkat bawah karena kepegurusan RMI terputus. Sebab, RMI di daerah tidak bertanggung jawab pada pengurus RMI di atasnya. Melainkan pada cabang NU setempat. “Jadinya tergantung mood daerah masing-masing,” urainya.Saat ini, RMI menjadi lembaga NU. Dengan posisi tersebut, RMI tidak juga bisa secara langsung bekerja sama dengan pihak lain terkait program-program pesantren, termasuk pemerintah. Misalnya, untuk upaya menangkal paham radikalisme.Terkait gagasan tersebut, pihaknya telah berdiskusi dengan cabang RMI daerah lain di Jawa Timur. “Sebagian besar sudah sepaham. Bahkan ada yang menjadikan itu sebagai harga mati,” kata alumus Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Kabupaten Probolinggo tersebut. (Syamsul Akbar/Mukafi Niam)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)