Hari Toleransi, Lesbumi Lampung Buka Festival Bhineka Tunggal Ika

Tanggamus,
Keberagaman suku, etnis, bahasa, agama dan asal-usul sesama anak bangsa bukan halangan menanamkan nilai-nilai toleransi, saling menghormati dalam harmoni kebersamaan. Bangsa Indonesia yang multikultural dan etnis serta kepercayaan ini hendaknya terus menghayati dan mengamalkan semboyan bangsa, Bhinneka Tunggal Ika yang berarti berbeda tapi tetap satu, bukanya bercerai berai, saling memusuhi sesama anak bangsa.

Poin ini tampak mendasar pada diskusi dan kongko budaya dalam rangka Festival Bhinneka Tunggal Ika di Sanggar teater Jabal desa Gunungtiga Pugung kabupaten Tanggamus, Jumat (20/11).

Menurut WD Fathurahman Syam selaku inisiator kegiatan dan pimpinan sanggar, festival ini merupakan upaya untuk mengingatkan kembali arti pentingnya toleransi dan semangat saling menghargai melalui seni di antaranya pemotongan tumpeng perdamaian, pembacaan puisi, pemutaran dan bedah diskusi film pendek bertema toleransi berjudul “Bulan Sabit di Kampung Naga”.

“Kita bersyukur masyarakat antusias sekali mengikuti acara ini,” ujar Fathurrahman.

Hal sama juga diungkapkan Ketua Lesbumi Lampung Kiswanto yang mengharapkan acara semacam ini dapat rutin digelar dan dilaksanakan di daerah lain. “Kegiatan ini bertepatan dengan Hari Toleransi Internasional dan kita berharap nilai-nilai tolerasi yang diwariskan oleh Gus Dur dapat terus lestari dari generasi ke generasi.”

Kegiatan yang disaksikan oleh mayoritas kaum muda seperti IPNU, remaja Muhammadiyah, Risma dan OSIS setempat juga warga lintas agama ini menghadirkan pembicara dan tokoh setempat di antaranya Kapolsek Pugung AKP Irfansyah Panjaitan, tokoh Katolik Romo Yosef Wiyoto, tokoh adat Lampung Buya Sayuti Ibrahim, peneliti muda NU Ahmad Sumadi, Gusdurian Lampung Gatot Arifianto. (Fatchurrahman/Alhafiz K)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: