Hary Azumi Deklarasikan Diri untuk Ketua Umum Ansor

Jakarta, NU Online
Hery Hariyanto Azumi, mantan ketua umum PB PMII mendeklarasikan diri sebagai calon ketua umum PP GP Ansor periode 2015-2020. Ia menyatakan, sudah menghitung seluruh risiko, baik kalah maupun menang dalam kongres Ansor yang akan berlangsung pada 25-27 November 2015 di Pesantren Pandanaran Yogyakarta. 

Dalam deklarasi yang diselenggarakan di sebuah hotel dekat gedung PBNU, Hery mengaku, ia maju karena dorongan dari kader-kader Ansor di berbagai daerah. “Kalau diminta satu kali, mungkin kita menolak, tetapi kalau ada yang minta sampai tiga kali, maka haram hukumnya menolak,” paparnya.

Mengenai visi ke depannya, ia menegaskan, akan melanjutkan hal-hal baik yang selama ini sudah dilakukan oleh kepengurusan Ansor periode ini, tetapi akan menambah kekurangan yang masih perlu diperbaiki.

Ia menilai, salah satu kunci sukses sebuah kepemimpinan bukan hanya keberhasilan program, tetapi juga mampu melahirkan kader-kader baru yang siap meneruskan kepemimpinan sebelumnya.

“Apa yang dicapai kepengurusan Ansor saat ini tidak lengkap jika tidak berhasil menjadikan kader terbaiknya sebagai orang yang kompetitif,” katanya.

Hery, yang saat ini juga salah satu wakil sekjen PBNU menilai, Ansor merupakan organisasi terbaik yang mampu menjadi rekrutmen terbaik partai politik, dari partai apapun, dari kelompok manapun. 

“Jika saya terpilih, saya akan mengakomodasi perwakilan dari partai politik manapun,” tegasnya. 

Ia juga berjanji memberi perlindungan kepada seluruh kader Ansor. Dijelaskannya, jutaan kader Ansor bukan semuanya aktivis pergerakan yang mampu berorganisasi dengan baik, tetapi datang dari berbagai latar belakang. Karena itu, ia menyatakan pentingnya melakukan kompromi-kompromi untuk mengakomodasi tradisi paguyuban yang masih kental di lingkungan Ansor. 

Pada periode kepemimpinan Nusron Wahid saat ini, ada upaya penertiban organisasi sampai ke jenjang daerah, sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati dalam PD/PRT. Akhirnya, banyak kepengurusan yang dianggap belum memenuhi syarat.

Terkait dengan programnya ke depan, ia akan membuat keseimbangan antara ke dalam dan ke luar. Ke dalam, ia akan mengintensifkan pengkaderan dan konsolidasi sedangkan program ke luar adalah menyiapkan kader Ansor dalam menghadapi tantangan luar seperti Masyarakat Ekonomi ASEAN atau kompetisi yang lain. 

Profil

Hery dilahirkan di Trenggalek, Jawa Timur pada 29 April 1977 silam dari pasangan Haji Suharso-Sumarmi, seorang tokoh agama di kampungnya yang mengajarkan nilai-nilai keislaman dengan kuat. Menginjak remaja, ia dikirim orang tuanya ke pesantren Denanyar, Jombang Jawa Timur sekaligus menempuh sekolah formal di  Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Mambaul Maarif yang kemudian menjadi lulusan terbaik.  

Selanjutnya, ia berangkat menuju Jakarta untuk mengejar tantangan baru dengan belajar di Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syarif Hidayatullah-UIN Jakarta. Dunia kampus juga digunakan untuk mengasah kemampuannya menulis. Ia secara aktif menulis kolom di koran berbahasa Inggris yang terbit di Jakarta.

Dari dunia kampus itulah, bakatnya berorganisasi mulai terasah dengan bergabung pada Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), diangkat menjadi ketua umum Cabang Ciputat sampai akhirnya menjadi ketua umum PB PMII periode 2005-2007.

Lulusan S2 PPM Manajemen Jakarta itu kini juga aktif mengembangkan berbagai bisnis dan menjadi komisaris di beberapa perusahaan. (Mukafi Niam)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: