Hasil Diklat Lajnah Falakiyah Jatim Akan Disampaikan di Muktamar

Malang, Pengurus Wilayah Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Jawa Timur mengadakan diklat di Hotel Solaris Malang (29/7). Hasil diklat terkait penentuan awal bulan Hijriyah ini menjadi bahan rekomendasi untuk Muktamar ke-33 NU di Jombang.

Acara diklat yang dibuka langsung oleh KH Syafruddin, Katib Syuriah PWNU Jatim itu dihadiri 120 peserta dari berbagai instansi, ada dari kementerian agama Kabupaten/Kota, LFNU Kabupaten/Kota, Badan Hisab Rukyat Kabupaten/Kota, pesantren, perguruan tinggi se Jawa Timur dan pengiat ahli hisab rukyat.

“Tidak hanya di Jatim saja, ada juga dari Banten, PW LFNU Jawa Barat utusan dari Makasar,” jelas A Afif Amrullah, Sekertaris LFNU Jatim.

Kiai Syafruddin berpesan kepada para penggiat hisab dan rukyat, jangan pernah berhenti mempelajari ilmu falak, harus terus di aptudet dan kalian harus berpijak pada sunah Rasul dalam penentuan awal bulan hijriah.

“Semoga dengan hasil diklat ini pemerintah bisa menyatukan umat Islam dalam menentukan awal bulan hijriah,” tandasnya.

“Diklat ini diselenggarakan sebelum muktamar, supaya LFNU Jatim memberikan rekomendasi kepada muktamar tentang penentuan awal bulan menurut NU,” kata H Syofiyullah, MSi, Ketua PW LFNU Jatim.

Tujuan diadakan diklat itu adalah, Memberikan kontribusi untuk meminimalisir perbedaan penentuan bulan hijriah diantaranya, faktor pemilihan sistem hisab, faktor kriteria hilal, faktor wewenang dalam isbat atau penentuan awal bulan.

Acara itu dihadiri H Nur Khozin, Kasubdit Pembinaan Syariah dan Hisab Rukyat Kemenag RI, dalam sambutannya, Nur Khozin mengapresiasi LFNU Jatim yang terus melakukan upaya kaderisasi ahli hisab rukyat dan berkontribusi besar dalam pelaksanaan hilal sebagai masukan kepada pemerintah ketika sidang isbat.

“Ini agenda tahunan yang setiap tahun mengadakan minimal dua kali yang melibatkan 100 peserta,” pungkas Gus Sofi. (Rof Maulana/Anam)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)