Hasil Musyawarah Kaum Muda Diserahkan ke PBNU

Jombang, Hasil dari Musyawarah Kaum Muda NU yang berlangsung di Universitas Wahab Chasbullah Jombang, 2-3 Agustus 2015 kemarin telah diserahkan kepada PBNU untuk bisa diakomodir dalam Muktamar ke-33 di Jombang.

Musyawarah kaum muda yang diadalan di sela pelaksanaan muktamar ini mengambil tema “Kaum Muda NU dan Tantangan di Masa Depan”. Sekitar 2.000 kaum muda datang karena mengetahui acara tersebut melalui ‘broadcast message’ atau informasi dari media sosial (medsos).

“Kegiatan tersebut adalah kebaikan bagi NU. Mereka (anak-anak muda yang datang-red) bukan dari pesantren atau dari lembaga berafiliasi ke NU. Latar belakang NU-nya bisa dikatakan tidak jelas, tapi semangat ke-NU-annya luar biasa,” ujar Irham Ali Syaifudin yang menjadi salah satu penggerak dalam kegiatan tersebut, di Jombang, Rabu (5/8).

Irham yang dikenal aktif dalam sejumlah kegiatan-kegiatan NU melanjutkan, banyak peserta berpartisipasi memberikan ‘iuran, mandiri’. Hal itu dikarenakan tidak semua konsumsi di-back up penuh oleh panitia.

“Saya dipercaya memfasilitasi satu sesi. Kami berkenalan dengan satu persatu peserta. Sebagian besar mengaku datang karena mendapat info dari medsos, dan ini mengejutkan. Bahkan mereka tidak kenal fasilitatornya, mereka cair, ada yang tidak bergabung dengan badan otonom NU, tapi pertemuan kemarin menghasilkan diskusi luar biasa,” kata Irham lagi.

Dalam Musyawarah Kaum Muda NU ada banyak tema-tema didiskusikan. “Saya bilang itu produktif, diskusi berjalan cerdas dan panjang, dan bisa dipetakan masalahnya secara rinci, terukur,” paparnya.

Agenda pendampingan masyarakat seperti konflik sumberdaya alam dan lingkungan, rekonsiliasi dan resolusi konflik sosial adalah salah satu yang dibahas dalam musyawarah itu.

Aktivis Front  Nahdliyin Untuk Keadilan Sumber Daya Alam Roy Murtadho menegaskan, agenda NU ke depan adalah jihad melawan fundamentalisme agama dan pasar.

“NU ke depan harus turun dari langit dan kembali sebagai pelayan umat, tanpa pelayanan basis maka NU akan ditinggalkan umatnya,” kata Gus Roy. (Gatot Arifianto/Anam)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)