HUT Ke-70 RI, Pelajar Jombang Tampilkan Perjuangan Laskar Hizbullah

Jombang, Jiwa Patriotisme dan Nasionalisme Hadratus Syech KH Hasyim Asy’ari Tebuireng menjadi inspirasi para pelajar di Jombang saat mengikuti lomba Drama Kolosal yang digelar Kodim 0814 Jombang dalam rangka peringatan HUT Ke-70 RI.

Sosok sang Kiai yang mengoborkan semangat perjuangan melawan penjajah di Indonesia era kemerdekaan waktu itu, diperankan Muhammad Arifudin Al Mubarok pelajar SMA Wahid Hasyim yang menampilkan perjuangan Laskar Hizbullah menarik perhatian para pengunjung dan juga peserta yang semuanya adalah kalangan pelajar tingkat SMA sederajat di Kota santri, Jombang. 

“Tema perjuangan Laskar Hizbullah karena ini mengingatkan mereka pada sosok dan perjuangan para pahlawan dari Kota Santri,” jelas Arifuddin usai penampilannya di halaman Makodim 0814, Rabu (12/8) kemarin.

Dipilihnya perjuangan KH Hasyim Asy’arti ini, dikatakan Arifuddin, agar para pemuda dan pelajar bisa meneladani semangat patriotisme para ulama dalam memperjuangkan bangsa. “Dengan memerankan dan memainkan semangat juang para ulama ini, kami dibawa untuk masuk ke dalam, sehingga kami bisa merasakan bagaimana semangat para pahlawan, makanya kami sangat senang dengan kegiatan ini,” imbuhnya.

Komandan Kodim 0814, Letkol Arm Muhammad Haidir mengatakan, bahwa digelarnya lomba Drama Kolosal pelajar ini untuk membangun semangat cinta tanah air dalam generasi muda. “Kenapa drama kolosal, karena kesenian ini sudah mulai punah. Selain itu, dengan drama kolosal, kita dapat membawa mereka seakan-akan masuk dalam kondisi sebenarnya. Sehingga semangat nasionalisme akan terus menancap dalam diri mereka,” jelasnya.

Dikatakannya, penampilan terbaik dalam pentas drama kolosal yang digelar di Makodim nantinya akan menjadi pengisi acara menjelang upacara penuruan bendera di Alun-alun Jombang nanti. “Mereka yang terbaik akan mengisi atau tampil di Alun-alun saat upacara peringatan 17 Agustus 2015 mendatang,” tandasnya.

Dengan digelarnya kegiatan  Drama Kolosal pelajar ini, dikatakan Haidir, diharapkan para peserta yang mayoritas pelajar dapat terus menyampaikan semangat nasionalisme dan selalu mengingat sejarah para pejuang. Sehingga meski diterpa kemajuan teknologi, para pemuda masih tetap mengingat akan sejarah bangsa. “Minimal sejarah Jombang sendiri, karena banyak pahlawan yang lahir dari Jombang,” pungkasnya. (Muslim Abdurrahman/Fathoni)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)