Ikuti Dialog Kebangsaan di Unnes: Harmoni dalam Keberagaman

Polemik bahkan konflik Muslim Sunni dengan kaum Syiah sudah berlangsung cukup lama. Di Indonesia, kasus terbesar konflik kedua kelompok itu adalah pengusiran orang-orang Syiah dari Sampang Madura oleh kaum muslim Sunni.

Jika polemik ini tidak segera dikendalikan, maka apa yang selama ini dikhawatirkan semua kalangan terkait effect dari diaspora konflik Sunni-Syiah yang terjadi di Timur Tengah bagi Indonesia benar-benar terjadi. Apalagi dalam beberapa tahun ini di Indonesia, dalam rekam jejak konflik antara Sunni-Syiah juga sering terjadi.

Jika dibiarkan, konflik tersebut berpotensi mengancam kerukunan umat beragama yang sudah berjalan dengan baik. Karenanya, perlu adanya sosialisasi maupun dialog antar-kelompok-kelompok yang saling bertikai untuk menjaga kesepahaman dan kerukunan antar sesama.

Selain itu, diperlukan penyebaran berbagai aturan atau ketentuan yang berlaku dalam keberagamaan di Indonesia agar masing-masing kelompok lebih mengutamakan terjaganya kehidupan yang harmonis dan damai dalam bingkai NKRI.

UKM BP2M (Badan Penerbitan Pers Mahasiswa) Unnes mengadakan dialog kebangsaan dengan tajuk “Membangun Harmoni dan Damai dalam Keberagamaan dan Kemajemukan”, pada tanggal 23 November 2015 pukul 13.00 di aula Dekanat FIP Universitas Negeri Semarang (UNNES) untuk mempererat tali persaudaraan sesama muslim dan menjalin kebersamaan untuk kemajuan bangsa.

Sebagai narasumber dialog ini adalah Prof. Dr. Ir. Saratri Wilonoyudho (Akademisi, Dosen Unnes), Dr. Muhsin Jamil (Pengurus PWNU Jateng, Dekan Fakultas Ushuludin UIN Semarang), Ustadz Fuad Hamimi, (Juru Dakwah Jama’ah Ansharusyari’ah (JAS) Jateng, dan sebagai Moderator adalah Rikza Chamami (Penulis dan Peneliti). (Mukhamad Zulfa/Abdullah Alawi)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: