Ini Kesan dan Harapan NU Pringsewu Pasca Muktamar

Jombang, Gelaran Akbar lima tahunan Muktamar Ke-33 NU telah selesai dilaksanakan di Jombang Jawa Timur 1-5 Agustus 2015 dengan menyisakan kesan dan harapan bagi seluruh peserta yang berasal dari wilayah. Tak terkecuali delegasi PCNU Pringsewu Lampung.

Ditemui sesaat sebelum terbang pulang menuju Pringsewu mengunakan Pesawat Lion Air dengan Logo NU dan Muktamar dibadan pesawat, Ketua Tanfidziyyah H Taufiqurrahim, MPdI mengatakan, bahwa even nasional yang di laksanakan di 4 Pondok Pesantren di Jombang ini bisa menginspirasi seluruh Peserta dalam menyelenggarakan sebuah kegiatan. 

Menurutnya, pelaksanaan kegiatan muktamar kali ini patut dicontoh dalam hal kesiapan panitia baik panitia lokal maupun nasional. Lokasi pemondokan yang terpisah cukup jauh di 4 pesantren yaitu Tebuireng, Tambak Beras, Denanyar dan Peterongan tidak menghalangi panitia untuk memberikan pelayanan akomodasi dan transportasi yang prima.

“Dari mulai kedatangan, kami di jemput dan disambut dengan ramah sekali. Kami diantar dengan transportasi yang dikhususkan untuk peserta muktamar sampai dengan pemondokan di Ponpes Tambak Beras,” ungkapnya. Taufiq menambahkan bahwa kondisi fasilitas pemondokan sangat lengkap dengan kebutuhan akomodasi dan keamanan yang memadai.

Dalam hal acara, Taufik memaklumi bahwa beberapa acara belum bisa sesuai dengan jadwal dikarenakan alotnya pembahasan khususnya saat sidang pleno pengesahan Tatib Muktamar. “Di satu sisi memang kondisi ini mengakibatkan berubahnya jadwal acara secara keseluruhan. Namun hal ini menunjukkan bahwa muktamirin memiliki antusiasme tinggi dalam muktamar,” terangnya.

Hidupnya dialog dalam persidangan juga menunjukkan semakin mahir dan matangnya para muktamirin dalam berorganisasi. Namun Taufiq mengingatkan agar seluruh kader NU dapat lebih dewasa dalam berorganisasi. Kedewasaan ini dapat ditunjukkan dengan saling menghormati dan menghargai keputusan yang telah menjadi kesepakatan. 

Dalam mengungkapkan pemikiran, Taufik menyarankan untuk menggunakan cara-cara yang mengedepankan akhlaqul karimah serta memahami berbagai macam karakter orang lain. “Konflik akan terjadi jika menyampaikan hal dengan kata-kata yang kurang sopan dan saling memaksakan kehendak,” tegasnya.

Dalam kesempatan wawancara ini, Taufik mewakili Keluarga Besar PCNU Pringsewu mengucapkan selamat kepada KH Maruf Amin dan KH Said Aqil Siroj sebagai Rais Aam Syuriyah dan Ketua Tanfidziyyah PBNU periode 2015-2020 serta sukses untuk panitia yang telah menyelenggarakan Muktamar kali ini.

Taufiq berharap kepada Pengurus PBNU yang terbentuk untuk memperhatikan dan meningkatkan penguatan organisasi dari pusat sampai dengan Ranting. Menurutnya, ini penting karena tantangan Jamiyyah NU ke depan lebih komplek. “Jangan NU dan warganya hanya menjadi pangsa pasar orang lain. Saatnya membenahi segala lini organisasi untuk kemaslahatan umat,” ajaknya. 

Menyoroti Program Kerja yang sudah dihasilkan dalam Muktamar ini, Taufik mengharap agar sebaran program harus merata di seluruh daerah, khususnya di luar Jawa. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)