Ini Masukan Fatayat DIY dalam Kongres XV Fatayat NU

Surbaya, Kongres Fatayat NU XV yang diselenggarakan di Surabaya pada 18-22 September 2015 dihadiri Pengurus Pimpinan Wilayah dari 33 provinsi, 350 pengurus cabang seluruh Indonesia dan empat Pimpinan Cabang Istimewa dari Malaysia, Hongkong, Taiwan dan Cairo.

Dalam pembacaan pandanga umum, PW Fatayat NU DIY memberi masukan dan ide-ide untuk membagun Fatayat ke depannya. Antara lain penyusunan data base kader Fatayat yang selama ini menjadi kelemahan di tubuh Fatayat. Kemudian pemerataan program yang diperoleh dari MoU pemerintah maupun lembaga lainnya. Selanjutnya Fatayat tidak terjebak dalam politik praktis.

“Fatayat adalah bagian dari NU, maka jalan politik yang dilakukan Fatayat adalah seirama dengan NU. Berpolitik adalah hak setiap warga negara, sudah dijamin dan dilindungi Undang-undang. Fatayat berpolitik hendaknya berdasarkan konstitusi, namun bukan membawa Fatayat ke dalam kepentingan sesaat. Akan tetapi, sesuai dengan khittah NU, yakni kaidah berpolitik yang sudah diputuskan dalam Muktamar Krapyak 1989,” tegas Khotimatul Husna perwakilan Fatayat NU DIY.

Sementara itu, sebagai kader Fatayat, Masruroh, Ketua PC Bantul juga menyampaikan bahwa Fatayat NU sebagai organisasi perempuan muda mempunyai peran yang sangat strategis bagi kemajuan perempuan Indonesia khususnya dan bagi kemajuan bangsa pada umumnya. 

“Fatayat NU perlu menjadi organisasi yang memiliki 3 pilar kekuatan, pertama, kekuatan Kelembagaan (Organisasi) dengan sistem dan manajemen yang modern dan ideal. Kedua, kekuatan Sumber Daya Manusia atau kader organisasi yang kompeten dalam menjalankan roda organisasi. Ketiga, tumbuh kembang dan aktifnya organisasi di semua tingkatan,” jelasnya. (Muyas/Fathoni)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: