Inilah Cara-cara Menghilangkan Kesombongan Diri

Pringsewu,
Takabbur adalah salah satu sifat yang dapat menjauhkan diri dari Allah. Takabbur atau sombong dapat merintangi kita untuk mendekatkan diri kepada sang pencipta. Sifat sombong akan membawa kita kepada sifat selalu memandang rendah kepada orang lain.

Penjelasan tersebut disampaikan KH Anwar Zuhdi saat memberikan materi pada Jihad (Ngaji Ahad) di Aula Gedung NU Kabupaten Pringsewu, Ahad (27/09/15). 

“Sebenar benarnya kebodohan adalah orang yang memandang rendah kepada orang lain,” jelasnya sambil menjelaskan Kitab Bidayah Al Hidayah.

Untuk menghilangkan sifat sifat sombong, Abah Anwar, panggilan harian Mustasyar PCNU Pringsewu ini memberikan resep atau cara cara yang di kutipnya dari Kitab Karya Imam Al Ghazali ini. 

“Yang membuat tidak damai di dunia ini adalah orang orang yang ngaku pinter dan bener sendiri. Dunia akan selalu damai jika tidak ada orang takabbur,” tambahnya.

Resep yang pertama adalah ketika bertemu anak kecil maka berfikirlah jika kita adalah hamba yang penuh dosa dan mereka adalah hamba yang suci tak memiliki dosa. Kedua, ketika bertemu orang yang lebih tua hendaklah berfikir jika mereka memiliki ibadah yang lebih banyak dari kita. 

Ketiga, ketika bertemu dengan orang yang alim maka berfikirlah bahwa mereka memiliki keilmuan yang lebih dari kita. Keempat, ketika kita bertemu dengan orang bodoh maka berfikirlah bahwa dosa yang dilakukan mereka disebabkan karena ketidak tahuannya. 

“Sementara kita walaupun sudah tahu hukumnya, tapi tetap saja kita melanggarnya. Ini dosanya lebih besar,” kata Abah Anwar.

Dan yang terakhir ketika bertemu dengan orang orang orang kafir maka berfikirlah bahwa ada saatnya Allah SWT akan mengampuni seluruh kesalahannya selama hidup karena satu yang Allah SWT mengampuninya sehingga orang tersebut termasuk dalam khusnul khotimah.

Hal ini di amini oleh KH Sujadi yang menjadi moderator pada Jihad Pagi tersebut. Oleh karena itu Bupati Pringsewu ini mengajak kepada jamaah untuk menjalani kehidupan ini dengan cara yang bagus. 

“Awali dengan cara yang bagus, jalani dengan proses yang bagus dan akhiri dengan yang bagus pula,” pungkasnya. (Muhammad Faizin/Mukafi Niam)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: