Inilah Mekanisme Transportasi untuk Muktamirin

Surabaya, Muktamar ke-33 NU semakin dekat. Pekerjaan panitia daerah sudah mencapai 90 persen, mulai dari akomodasi, lokasi sidang, konsumsi hingga ke urusan transportasi. Devisi transportasi ini dinilai sebagai divisi yang paling rumit. Banyangkan Kabupaten Jombang akan dikunjungi lebih dari 50 ribu orang, bagaimana caranya mengatur lalu lintas?

Yang jelas sistem buka tutup akan diberlakukan. Belum lagi kalau Presiden RI datang. Tentu tim trasportasi tidak sendirian. “Kami dibantu oleh pihak kepolisian untuk mengatur lajur transportasi di Jombang nantinya,” kata H Khusnul Yaqin, Ketua tim transportasi saat ditemui di tengah-tengah Bazar Nusantara berlangsung, Sabtu (27/06).

Khusnul juga menjelaskan bahwa persiapan tim transportasi sudah mencapai 90 persen. Mulai dari bus, mobil elf atau bus mini, dan sepeda motor sudah dikondisikan dengan baik, tinggal menunggu hari H Muktamar. “Bus akan kami kerahkan dua hari sebelum acara muktamar dimulai, yaitu tanggal 30 Juli sudah stanbay di Bandara Juanda,” jelas Khusnul.

Ketika muktamirin datang langsung dibawa ke gor Jombang untuk melakukan registrasi. Setelah registrasi, peserta akan dibawa ke masing-masing pesantren dengan menggunakan mobil elf. “Kita mengerahkan 80 unit elf,” lanjutnya.

Para muktamirin beristirahat sejenak kemudian dibawa ke area alun-alun untuk mengikuti pembukaan. Untuk mengantisipasi molornya waktu, peserta harus berangkat dari pesantren dua jam sebelum acara dimulai. “Kalau masih ada peserta yang ketinggalan mobil elf, panitia menyediakan ojek berseragam rompi dengan menunjukkan kartu peserta muktamar, semuanya gratis untuk peserta,” tegas pria yang juga ketua tim penyelamat aset NU itu.   

Pihak panitia juga menyediakan terminal di empat pesantren. Di Pesantren Tebuireng dan Denayar lokasi sidang dengan terminal dekat, muktamirin tinggal jalan kaki saja. Berbeda di pesantren Rejoso dan Tambakberas, tempat sidang jauh dari terminal, sehingga panitia menyediakan kereta kelinci untuk mengangkut peserta ke lokasi sidang dari terminal pesantren.

“Sebelum muktamar dimulai panitia bekerja sama dengan Satlantas Polrestabes Jombang melakukan simulasi lalu lintas,” pungkas pria yang juga menjabat sabagai Kepala Rumah Tangga PWNU Jatim itu. (Rofii Boenawi/Mahbib)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: