Inilah Tadarus Al-Qur’an ala IPNU-IPPNU Semambung

Sidoarjo, Banyak cara yang dilakukan oleh umat Muslim dalam memuliahkan bulan Ramadhan. Salah satunya dengan mengkhatamkan Al-Qur’an (tadarus Al-Qur’an). Namun, berbeda dengan yang dilakukan oleh IPNU-IPPNU Ranting Semambung Wonoayu Sidoarjo.

IPNU-IPPNU Ranting Semambung ini mengadakan kegiatan one day one juz khusus bagi pengguna BlackBerry Massenger (BBM). Setiap anggota yang ingin bergabung, diharuskan meng-invited pin BBM admin Forum Love Al-Qur’an (Forlan) IPNU-IPPNU Ranting Semambung Wonoayu.

“Siapa saja boleh ikut. Setelah peserta berteman via BBM. Masing-masing peserta mendapatkan tugas membaca Al-Qur’an. Membacanya tidak ditentukan tempat, sehari khatam satu juz  dan dalam tenggang waktu mulai ba’da subuh hingga pukul 00.00 WIB. Setelah khatam, keesokan harinya ngaji lagi,” kata ketua koordinator acara Abdul Aziz Al Ghozi, Senin (29/6).

Menurut Aziz, surat serta juz yang akan dibaca oleh peserta semua ditentukan oleh admin. Mulai dari surat apa dan juz berapa diatur oleh admin.

“Acara Forum Love Al-Qur’an (Forlan) IPNU-IPPNU Ranting Semambung bertujuan memotivasi kalangan pemuda/i NU supaya mereka cinta kepada Al-Qur’an dan mau membacanya. Hanya dengan meluangkan waktu 1 jam dari 24 jam aktivitasnya dalam sehari untuk membaca 1 juz Al-Qur’an,” paparnya.

Dikatakan Aziz, selain membaca Al- Qur’an, kegiatan itu juga menjadi ajang silaturahmi antar sesama dari berbagai daerah. Selogan kegiatan itu “Luangkan waktu untuk Al-Qur’an, Niscaya Al-Qur’an akan meluangkan waktu untuk pembacanya”.

“Kegiatan ini murni dari niat, ikhlas, istiqomah, lillahi Ta’ala dan semoga barokah. Lebih-lebih di bulan yang barokah ini,” tuturnya. 

Lebih lanjut Aziz mengatakan, anggota yang mengikuti kegiatan one day one juz diantaranya IPNU-IPPNU, Fatayat, Muslimat serta ibu-ibu rumah tangga. “Mereka tidak hanya dari ruang lingkup desa setempat, bahkan ada yang dari Lamongan dan Tuban. Alhamdulillah, sekarang sudah khatam 7 kali,” ungkapnya.

Kegiatan ini akan berlangsung selama bulan Ramadhan. Tidak ada batasan hatam berapa kali. Terpenting adalah mengumandangkan dan mensyiarkan Al-Qur’an untuk mendapatkan ridho dari Allah SWT. “Ramadhan tahun ini baru diadakan. Semoga setelah Ramadhan pesertanya tetap aktif membaca Al-Qur’an,” tandasnya. (Moh Kholidun/Fathoni)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: