IPNU-IPPNU Jateng Laksanakan Workshop Pengembangan Komisariat

Semarang, NU Online
Bekerjasama dengan Pengurus Wilayah LP Ma’arif NU Provinsi Jawa Tengah, PW IPNU bersama IPPNU Jawa Tengah selenggarakan workshop untuk pendirian dan optimalisasi komisariat. Agenda dilaksanakan pada Sabtu hingga Senin (11-13/07) di aula Gedung PWNU Jawa Tengah, Jl. Dr Cipto No. 180 Semarang.

Agenda yang dibuka oleh H. Agus Sofwan Hadi, Ketua PW LP Ma’arif NU Jawa Tengah ini bermaksud meneguhkan komitmen untuk mengembangkan kuantitas dan kualitas pimpinan komisariat IPNU dan IPPNU di masing-masing daerah, terutama di sekolah naungan LP Ma’arif NU. Pasalnya, dinamika pimpinan komisariat di satu cabang berbeda dengan yang lain.

“Sekarang kita fokus mengoptimalisasikan cabang dengan menata arah pengkaderan di komisariat,” terang Mochammad Solechan, satu pengurus wilayah IPNU Jawa Tengah kepada para peserta saat pra acara.

Pertemuan tersebut juga diadakan untuk semakin mengeratkan hubungan antar pimpinan cabang. 

“Di pertemuan selama tiga hari ini kita tidak hanya fokus pada materi semata, tapi lebih. Diharapkan nanti delegasi masing-masing cabang menjalin komunikasi yang pararel. Dengan demikian kita akan membangun gerakan masif mengukuhkan komisariat di setiap daerah,” paparnya yang asli Kebumen itu.

Ia juga memaparkan bahwa kesepakatan kerjasama antara IPNU dan IPPNU dengan LP Ma’arif NU telah sah di ranah pimpinan pusat. 

“Sebenarnya kita sudah ada MoU dengan LP ma’arif NU di pimpinan pusat, dan kemudian kebijakan tersebut dilanjutkan ke tataran kepengurusan di bawahnya, ke wilayah dan daerah. Hanya saja ternyata di bawah hal tersebut tidak langsung dieksekusi. Hal inilah salah satu yang menjadi kendala kita,” lanjutnya.

Apa yang dikatakannya benar, ketika rupanya masih terdapat beberapa cabang yang mengaku kesulitan mendirikan komisariat sebab minimnya kepercayaan pihak sekolah. Hal ini misalnya dialami oleh cabang Purbalingga.

“Kepala Sekolah kami ragu dengan pendirian komisariat IPNU-IPPNU di sekolahnya. Mereka tidak yakin, apakah peraturan tentang pendirian komisariat itu memang sudah ada ketentuan dari atau belum,” terang Bagas Prakoso, delegasi dari Purbalingga menyampaikan kegelisahannya. (Istahiyyah/Mukafi Niam)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: