IPNU Jatim Pertegas Kaderisasi Pelajar di Semua Tingkatan

Surabaya, Pengurus Wilayah IPNU Jawa Timur menggelar buka bersama Pengurus Cabang IPNU se-Jatim. Acara itu dihelat di ruang Kertoraharjo Gedung PWNU Jatim, Jl Masjid Al Akbar Timur No 9 Surabaya, Ahad (5/7). Acara dalam bentuk dialog interaktif ini bertemakan ‘Reorientasi IPNU Basis Kaderisasi NU di Sekolah, Pesantren, dan Perguruan Tinggi’.

Dialog yang menghadirkan Ketua Majelis Alumni IPNU Jatim, H Muzammil Syafii, SH, MSi dan Edi Ya’kub dari unsur media. Abah Muzammil mengatakan, reorientasi yang artinya meninjau kembali kaderisasi di tubuh NU, IPNU adalah organisasi yang memiliki potensi besar kaderisasi di NU. Untuk itu, sudah saatnya NU di semua tingkatan harus memproritaskan kader IPNU duduk di struktur NU.

Dulu awal berdirinya IPNU, istilah pelajar itu hanya sebatas pada tingkatan SMA/SMK atau MA, tidak sampai kepada mahasiswa yang maksimal usianya 29 tahun. Demikianlah yang ada pada aturan di IPNU. “Usia 30 tahun itu, usianya bisa S2 atau S3,” jelas Muzammil.

Dari batasan usia itu, lanjutnya, IPNU harus memperjelas di dalam aturannya bahwa ada tiga hal yang menjadi garapan IPNU ke depan, yaitu santri, siswa dan mahasiswa.

Untuk itu, unsur perguruan tinggi harus masuk dalam aturan IPNU. Pada saat ini, Pengurus Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) IPNU sudah mencapai 35 se-Indonesia. “Mungkin ini menjadi modal awal untuk memasukkan mahasiswa sebagai basis kaderisasi IPNU di perguruan tinggi,” jelas Imam Fadli Mantan Ketua IPNU Jatim turut memberikan masukkan.

Kebijakan itu harus dikawal oleh IPNU pada Muktamar nanti. IPNU harus meminta bantuan kepada PCNU setempat untuk menyampaikan masukan dari IPNU. “Karena yang punya suara penuh adalah PCNU,” tegas Fadlli.

Sementara itu, Haikal Atiq Zamzamy, sebagai ketua IPNU Jatim priode 2015-2018 mengatakan pelantikan PW IPNU Jatim sendiri akan digelar antara akhir Agustus atau awal September. (Rofii Boenawi/Fathoni)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: