IPNU Jawa Barat Keluarkan Sembilan Petisi Santri

Bandung, Dalam rangka merayakan Hari Santri Nasional yang ditetapkan pada 22 Oktober oleh pemerintah melalui Keputusan Presiden, PW IPNU Jawa Barat mengeluarkan 9 petisi santri Jawa Barat. Petisi tersebut merupakan komitmen yang dirumuskan oleh Pimpinan IPNU Jawa Barat di tingkat wilayah, cabang, dan tingkatan pengurus di bawahnya.

“Setelah Hari Santri Nasional ditetapkan oleh presiden dalam Keppres No 22 Tahun 2015, IPNU akan terus berkomitmen untuk agama, bangsa, dan negara,” kata Ketua PW IPNU Jawa Barat Asep Irfan Mujahid saat dikonfirmasi , Rabu (21/10) lalu.

PW IPNU Jawa Barat dalam hal ini mengeluarkan 9 Petisi Santri Jawa Barat yakni sebagai berikut :

  1. Kami santri Jawa Barat berjanji untuk menjaga eksistensi pesantren dan ulama.

  2. Kami santri Jawa Barat berjanji akan senantiasa mengembangkan tradisi keilmuan pesantren dengan penuh tanggung jawab.

  3. Kami santri Jawa Barat siap untuk berperan aktif melakukan gerakan moral dalam mewujudkan khoiru ummah.

  4. Kami santri Jawa Barat berjanji untuk turut serta menjaga keutuhan NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

  5. Kami santri Jawa Barat mendukung pemerintah mewujudkan pengakuan penuh terhadap eksistensi santri, ulama dan pesantren.

  6. Kami santri Jawa Barat mendorong pemerintah berperan aktif mengatasi degradasi moral generasi muda.

  7. Kami santri Jawa Barat mendorong pemerintah daerah dalam membina dan mengembangkan prestasi Santri di Jawa Barat.

  8. Kami santri Jawa Barat berkomitmen menjaga serta mengembangkan tradisi dan amaliah berdasarkan Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah.

  9. Kami santri Jawa Barat siap untuk menjaga eksistensi pesantren sebagai benteng dan perekat jam’iyah Nahdlatul Ulama.

Selanjutnya, 9 petisi tersebut diedarkan ke seluruh Pengurus Komisariat IPNU Pesantren se-Jawa Barat. Dari situ Asep berharap Penetapan Hari Santri Nasional bisa diperoleh makna-makna.”Semoga para santri dan pelajar meneladani perjuangan para santri dan ulama dalam mempertahankan NKRI,” pungkasnya. (M. Zidni Nafi’/Fathoni)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: